Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sri Mulyani Target Perekonomian Mulai Proses Pemulihan di Kuartal III

Menteri Sri Mulyani Target Perekonomian Mulai Proses Pemulihan di Kuartal III Menteri Sri Mulyani bersama Tito Karnavian dan Nadiem Makarim. ©Humas Kemenkeu

Merdeka.com - Pemerintah terus melakukan antisipasi pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Caranya dengan memaksimalkan seluruh instrumen keuangan yang ada.

"Pemerintah menggunakan instrumen yang ada. Dari sisi keuangan negara bukan hanya belanja," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam Webinar Solusi Perekonomian Penanganan Pandemi Covid-19 Menghadapi Tantangan Akuntabilitas, Fleksibilitas, Kecepatan dan Risiko Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jakarta, Sabtu (27/6).

Jika pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga membaik, iklim ekonomi ini bisa menciptakan kepercayaan investor. Sehingga mereka mau kembali menanamkan modalnya kembali di Indonesia.

"Kalau kuartal ketiga ekonomi kita pulih, investor akan mau menanamkan modalnya lagi," kata Menteri Sri Mulyani.

Menurutnya, instrumen pemerintah masih terkendala karena tidak ada kegiatan ekonomi. Perusahaan tidak bisa beroperasi karena masa pandemi.

Akibatnya perusahaan kehabisan modal dan meminta pinjaman kepada bank. Namun, bank tidak bisa memberikan pinjaman karena mempertimbangkan banyak hal.

"Bank tidak kasih uang (pinjaman), jadi ekonomi terkunci," kata dia.

Siapkan Beragam Stimulus Ekonomi

stimulus ekonomiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menghadapi ini, instrumen yang diberikan pemerintah dengan memberikan penurunan beban pajak perusahaan. Cara ini diambil pemerintah dalam rangka memberikan ruang bagi pengusaha.

Tujuannya untuk mencegah kebangkrutan massal, baik perusahaan skala besar maupun perusahaan kecil termasuk pelaku usaha UMKM. Selain itu, hal ini demi mencegah gelombang PHK yang akan memperparah kondisi.

"Dalam konteks ini bisa insentif pajak, kemudahan buat impor bahan baku, dukungan subsidi kredit, dan dijamin pemerintah agar bank tidak terdampak," kata Menteri Sri Mulyani.

Pemerintah juga memberikan dukungan PMN pada Jamkrindo. Pihaknya akan memberikan premi risiko, dari pajak sampai pembiayaan.

Menteri Sri Mulyani juga telah meminta bantuan dana kepada Bank Indonesia senilai Rp 30 triliun untuk ditempatkan di bank umum. Berbagai kebijakan ini pada akhirnya bertujuan untuk menjaga stabilitas negara.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP