Menteri Rini Kesal Banyak Pihak Permasalahkan Utang BUMN

Minggu, 9 Desember 2018 11:59 Reporter : Merdeka
Menteri Rini Kesal Banyak Pihak Permasalahkan Utang BUMN Rini Soemarno. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku kesal ketika ada pihak yang mempermasalahkan utang perusahaan BUMN. Seperti diketahui, beberapa proyek dimodali dari utang.

Rini mengatakan, tidak ada masalah dengan berutang selama utang digunakan untuk memodali kegiatan produktif dan memperbesar perusahaan.

"Selama itu produktif selama utang kita tarik untuk membesarkan perusahaan, untuk pembangunan, kalkulasinya benar. Return of investmentnya benar nggak masalah soal utang," kata Rini, di saat melepas pekerja Wika mengerjakan proyek di luar negeri, di Kantor Wika, Jakarta, Minggu (9/12).

Rini mengaku kesal dengan pihak yang mempermasalahkan utang perusahaan BUMN, sebab uang yang diperoleh dari utang untuk mengerjakan proyek produktif dan pengembangan perusahaan.

"Saya rasa perlu ada pengertian bahwa BUMN itu. Sebentar-sebentar saya sudah paling kesal nih, kalau orang sudah permasalahkan mengenai utang BUMN, tuturnya.

Rini melanjutkan, perusahaan di seluruh dunia yang sedang melakukan pengembangan usaha pasti berutang, dengan begitu berutang merupakan hal yang wajar. Namun menekankan, meski berutang harus tetap pada rasio yang benar.

"Terus terang saya belakangan ini ngenes dengernya. BUMN banyak utang. Lho apa masalahnya kita punya utang? Selama kita melakukannya dengan baik berutang dengan benar,bertanggung jawab dan betul-betul digunakan untuk hal yang produktif itu yang saya jaga," tandasnya.

Berikut daftar 10 BUMN dengan utang terbesar:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Utang: Rp 1.008 triliun
Aset: Rp 1.183 triliun
Ekuitas: Rp 175 triliun
Laba bersih: Rp 24 triliun

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Utang: Rp 997 triliun
Aset: Rp 1.174 triliun
Ekuitas: Rp 176 triliun
Laba bersih: Rp 19 triliun

3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Utang: Rp 660 triliun
Aset: Rp 764 triliun
Ekuitas: Rp 104 triliun
Laba bersih: Rp 11 triliun

4. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Utang: Rp 543 triliun
Aset: Rp 1.386 triliun
Ekuitas: Rp 843 triliun
Laba bersih: Rugi Rp 18 triliun

5. PT Pertamina (Persero)
Utang: Rp 522 triliun
Aset: Rp 923 triliun
Ekuitas: Rp 400 triliun
Laba bersih: Rp 5 triliun

6. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Utang: Rp 249 triliun
Aset: Rp 272 triliun
Ekuitas: Rp 23 triliun
Laba bersih: Rp 2 triliun

7. PT Taspen (Persero)
Utang: Rp 222 triliun
Aset: Rp 231 triliun
Ekuitas: Rp 9 triliun
Laba bersih: Rp 0,1 triliun

8. PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Utang: Rp 102 triliun
Aset: Rp 129 triliun
Ekuitas: Rp 27 triliun
Laba bersih: Rp 4 triliun

9. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
Utang: Rp 99 triliun
Aset: Rp 205 triliun
Ekuitas: Rp 91 triliun
Laba bersih: Rp 14 triliun

10. PT Pupuk Indonesia (Persero)
Utang: Rp 76 triliun
Aset: Rp 140 triliun
Ekuitas: Rp 64 triliun
Laba bersih: Rp 2 triliun

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini