Menteri Koperasi Pastikan Akses Pembiayaan LPDB untuk Kopdes Merah Putih Mimika

Kementerian Koperasi berkomitmen memperkuat dukungan permodalan melalui akses pembiayaan LPDB bagi Kopdes Merah Putih di Mimika, Papua Tengah, untuk mendorong ekonomi lokal tanpa membebani APBD.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Koperasi Pastikan Akses Pembiayaan LPDB untuk Kopdes Merah Putih Mimika
Kementerian Koperasi berkomitmen memperkuat dukungan permodalan melalui akses pembiayaan LPDB bagi Kopdes Merah Putih di Mimika, Papua Tengah, untuk mendorong ekonomi lokal tanpa membebani APBD. (AntaraNews)

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat dukungan permodalan bagi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kampung Atuka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dukungan ini salah satunya akan disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), memastikan keberlanjutan bisnis koperasi desa tidak lagi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kementerian Koperasi melalui LPDB siap memberikan pendampingan manajemen serta memfasilitasi akses pembiayaan dan permodalan yang dibutuhkan oleh koperasi. Selain itu, Menteri Koperasi juga mendorong pembangunan pusat distribusi yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Langkah ini juga mencakup fasilitasi perizinan stasiun pengisian bahan bakar solar khusus nelayan di wilayah pesisir Papua Tengah, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sektor ekonomi maritim. Peresmian Kopdes Merah Putih ini dilakukan di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, pada Kamis (9/4) lalu.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan milik pemerintah pusat, melainkan sepenuhnya milik masyarakat Papua, khususnya masyarakat Atuka. "Koperasi ini bukan milik pemerintah pusat, ini adalah milik masyarakat Papua, milik masyarakat Atuka. Tugas kami membantu supaya ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan sejahtera," ucapnya. Pernyataan ini menegaskan filosofi pemberdayaan ekonomi dari bawah yang menjadi fokus utama pemerintah. Tujuan utama adalah membantu agar ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara mandiri dan sejahtera, mengurangi ketergantungan pada anggaran daerah.

Kementerian Koperasi, melalui LPDB, berperan aktif dalam menyediakan fasilitas pembiayaan yang berkelanjutan. Ini diharapkan dapat menjadi solusi permodalan jangka panjang bagi Kopdes Merah Putih. Pendampingan manajemen juga menjadi bagian integral dari program ini, memastikan koperasi memiliki kapasitas yang kuat dalam mengelola usahanya.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif di daerah. Dengan adanya dukungan permodalan dan pendampingan, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di Mimika. Hal ini juga akan membuka peluang bagi pengembangan usaha-usaha produktif lainnya di tingkat desa.

Peresmian Kopdes Merah Putih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis (9/4) mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Koperasi. Beliau secara khusus memuji inisiatif Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah membangun fasilitas koperasi tersebut menggunakan dana APBD.

Ferry Juliantono menyatakan keyakinannya bahwa Mimika dan Papua Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi daerah percontohan. Model pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh Indonesia. Keberhasilan di Mimika akan menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Menteri Koperasi juga menyampaikan harapannya agar seluruh warga Kampung Atuka aktif bergabung menjadi anggota koperasi. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting agar manfaat ekonomi dari koperasi dapat kembali secara maksimal kepada masyarakat lokal. Ini akan memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam mengembangkan koperasi.

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Koperasi di Kampung Atuka, Kabupaten Mimika. Kehadiran seorang menteri secara langsung di kampung tersebut dianggap sebagai momen bersejarah. Deinas menyebut peristiwa ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang menteri menginjakkan kaki langsung di kampung tersebut. Ini menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerah terpencil.

Deinas Geley memandang kunjungan ini sebagai bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam memperkuat ekonomi rakyat. Sinergi ini krusial untuk memastikan program-program pemberdayaan dapat berjalan efektif. Hal ini juga menjadi dorongan moral bagi masyarakat setempat.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Provinsi Papua Tengah tidak boleh hanya bergantung pada investasi skala besar. Sebaliknya, pembangunan harus berpijak pada kekuatan ekonomi rakyat, dengan koperasi sebagai salah satu pilar utamanya. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi