Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Jonan Tetapkan ConocoPhillips Berhak Kelola Blok Corridor Hingga Akhir 2043

Menteri Jonan Tetapkan ConocoPhillips Berhak Kelola Blok Corridor Hingga Akhir 2043 Menteri ESDM Ignasius Jonan. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - ConocoPhillips kembali menjadi operator Blok Corridor selama 20 tahun, setelah kontraknya habis pada 2023. Hal ini menjadi keputusan pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Surat Keputusan Persetujuan Perpanjangan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok Kontrak Kerja Sama pada Blok atau Wilayah Kerja (WK) Corridor, telah ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Menteri Jonan mengatakan, persetujuan perpanjangan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Corridor telah ditetapkan, dengan pemegang hak partisipasi ConocoPhillips (Grissik) Ltd. 46 persen sebagai operator, Talisman Corridor Ltd. atau Repsol 24 persen dan PT Pertamina Hulu Energi Corridor 30 persen.

"Partisipasi Interest yang dimiliki para pemegang interest tersebut termasuk Partisipasi Interest 10 persen, yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," kata Menteri Jonan, usai menandatangani Surat persetujuan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/7).

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema bagi hasil migas Gross Split. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar USD 250 juta dan bonus tanda tangan sebesar USD 250 juta.

"Pemerintah berpesan kepada Kontraktor agar terus meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi di Wilayah Kerjanya," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP