Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Hanif: 58 persen lebih angkatan kerja RI lulusan SD dan SMP

Menteri Hanif: 58 persen lebih angkatan kerja RI lulusan SD dan SMP Menaker Hanif Hanif saat membuka Pertemuan Organisasi Produktivitas Asia (Asian Produktivity Organiz. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, secara resmi membuka Forum Hubungan Industrial Penguatan Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0, di Sanur, Denpasar. Menteri Hanif menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mencari solusi dalam dialog nasional yang mempertemukan pemerintah dan serikat pekerja untuk membahas isu-isu kontemporer di bidang ketenagakerjaan sekaligus tantangan terhadap revolusi industri.

"Kaitannya nanti dengan penyiapan tenaga kerja skill dan dengan perubahan pola hubungan kerja yang tentunya juga ini menuntut terobosan dari pemerintah dari dunia usaha dan lainya," ucapnya, usai acara tersebut, Senin (8/10) malam.

Menteri Hanif memaparkan, bahwa kondisi angkatan kerja di Indonesia saat ini sangat menantang, di mana ada 133 juta angkatan kerja di Indonesia yang masih didominasi lulusan SD dan SMP. "Lebih dari 58 persen itu lulus SD dan SMP. Jadi Indonesia harus membangun, harus sejahtera, modal dasarnya adalah 58 persen lulusan SD dan SMP dari angkatan kita ini, ini kan tantangan," ujarnya.

Menurut Menteri Hanif, tantangannya adalah bagaimana membuat angkatan kerja tersebut dilengkapi kemampuan yang baik, produktif dan bisa berkarir dalam pekerjaan. "Itu tantangan terbesarnya. Jadi suka tidak suka itu bahan baku kita, suka tidak suka Indonesia harus tetap maju dan sejahtera," katanya

"Makanya pemerintah tidak bisa sendiri. Pemerintah harus bersama-sama dengan dunia usaha dan dengan teman-teman serikat pekerja dan elemen masyarakat civil lainnya," tambah Menteri Hanif.

Target kedepannya, Menteri Hanif menyampaikan ada sebuah pemetaan yang baik, pada tantangan dari revolusi industri tersebut, yang berkaitan dengan masalah-masalah hubungan industrial. "Misalnya soal hubungan kerja, lalu masalah PHK, kemitraan dan pengupahan dan segala macamnya," imbuhnya.

Kemudian, kedepannya juga bagaimana mengatasi jika ada perubahan sistem industri dalam perkembangan teknologi atau penggunaan teknologi informasi. "Di sini yang kita diskusikan tantangan masa depannya," jelas Menteri Hanif.

Hanif juga menjelaskan, untuk angka pengangguran nasional saat ini mencapai 5,1 persen. Hal tersebut, menurutnya angka paling rendah sejak Indonesia memasuki reformasi. "Jadi trennya menurun, kemiskinan juga menurun, ketimpangan sosial juga menurun. Jadi perjalanan kita selama 4 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi ini, kemajuan-kemajuan kita capai termasuk kebutuhan tenaga kerja," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP