Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Bambang ajak Rusia tingkatkan kerja sama ekspor impor

Menteri Bambang ajak Rusia tingkatkan kerja sama ekspor impor Bambang Brodjonegoro. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di World Trade Center (WTC), Moskow, Rusia. Bambang menekankan sektor pariwisata dan infrastruktur menjadi kunci dalam kerja sama antara Indonesia dan Rusia selama ini.

"Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Rusia diharapkan dapat meningkatkan jumlah ekspor dan impor di antara kedua negara, untuk menghadapi tantangan perekonomian dunia saat ini akibat kenaikan suku bunga The Fed," ujar Bambang dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (4/8).

Bambang menambahkan, saat ini Rusia menanamkan 90 persen investasi di Indonesia pada sektor tersier seperti hotel, restauran, perdagangan, dan lain-lain, di mana sebagian besar investasi dilakukan di Bali dan Nusa Tenggara.

"Forum ini diharapkan menjadi jembatan informasi mengenai peluang investasi di Indonesia yang saat ini sangat bervariasi mulai dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, Pelabuhan, hingga pengembangan 10 Bali Baru," tegas Bambang.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengajak para investor Turki untuk menanamkan modalnya di Indonesia.Hal tersebut disampaikan Bambang‎ dalam Investment Opportunities in Indonesia pada acara Forum Promosi Investasi Indonesia-Istanbul yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, di Istanbul, Turki.

Bambang mengatakan, Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar mengembangkan skema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) sebagai upaya membangun infrastruktur.

Dia pun mengundang para investor Turki untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini mengingat keberhasilan Turki dalam mengelola investasi melalui skema Public-Private Partnership (PPP), seperti pembangunan bandar udara terbesar di dunia Istanbul New Airport yang memiliki enam runway dan daya tampung 500 pesawat.

"Turki merupakan salah satu negara yang berhasil mengimplementasikan skema PPP pada berbagai sektor infrastruktur, antara lain jembatan, jalan tol, hingga bandara," ujar dia.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP