Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menperin curiga bos Foxconn sengaja tarik ulur rencana investasi

Menperin curiga bos Foxconn sengaja tarik ulur rencana investasi Foxconn. REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Kejelasan komitmen investasi Foxconn Technology Group di Indonesia masih gelap. Foxconn sempat mengirimkan surat resmi permintaan maaf lantaran realisasi komitmen investasi yang sedianya dilakukan akhir tahun lalu, terpaksa molor.

Namun, pihak Foxconn menegaskan keinginannya dalam pembangunan pabrik perakitan yang ditaksir menelan investasi Rp 47 triliun ini. Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengaku telah membahas nasib investasi Foxconn Technology Group, perusahaan perakit telepon seluler dan alat elektronik asal Taiwan. Kebetulan, Sang CEO Terry Gou, turut menghadiri CEO Summit dalam rangkaian agenda KTT APEC di Nusa Dua Bali.

Hidayat menyatakan pembicaraan informal sudah dilakukan antara dirinya dengan Terry. Hasilnya, Foxcon sudah selesai berunding dengan dua mitranya di Indonesia, yaitu PT Erajaya dan Agung Sedayu Group.

Hambatan lain, terutama soal permintaan Foxconn supaya mendapat pengurangan pajak, juga sudah disanggupi Hidayat.

"Kemarin Terry Gou sudah datang, ngopi-ngopi sama saya. Pada prinsipnya dia sudah menyelesaikan perundingan dengan partner, termasuk permintaan dia tentang fasilitas pajak. Jadi kalau dia mencanangkan awal tahun depan melakukan pembangunan (pabrik) sudah pas," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10)

Foxcon sejak dua tahun lalu sudah berencana mengembangkan pabrik perakitan iPad dan iPhone di Karawang, Jawa Barat. Nilai investasinya mencapai Rp 47 triliun, namun digelontorkan separuhnya dulu secara bertahap. Seluruh proyek selesai dibangun pada 2023.

Cuma, perusahaan Taiwan itu berkali-kali tak cocok dengan respons mitra lokal. Mereka juga selalu menuntut insentif pajak, sebelum membangun pabrik. Dari komitmen awal, seharusnya groundbreaking sudah dilakukan awal tahun ini, tapi terus molor.

Hidayat menduga, sikap Foxconn yang tarik ulur soal investasi karena mereka mengetahui Indonesia butuh pabrik tersebut buat mengurangi impor ponsel. Tahun lalu, ponsel asing yang masuk Tanah Air mencapai 100 juta unit, menggerus neraca perdagangan.

"(Foxconn) tahu dia diandalkan sekali sama kita untuk melakukan investasi ini. Makanya persyaratan mereka jadi banyak, tapi karena kita saling beritikad baik, investasi ini pasti bisa selesai," kata menperin.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini mengatakan, permintaan terakhir Terry kepadanya adalah bantuan pembuatan laboratorium untuk riset pasar dan kebutuhan industri. Hal ini selalu dilakukan di negara tempat Foxconn menanamkan modal, sehingga pemerintah menyanggupi.

"Fasilitas laboratorium itu sejalan dengan yang dia lakukan di China. Proses ini sedang kami jalankan, tidak akan lebih dari 2-3 bulan lagi selesai," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP