Menpar Arief Akui Terima Banyak Keluhan dari Pemda Soal Tiket Pesawat

Rabu, 13 Februari 2019 18:29 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menpar Arief Akui Terima Banyak Keluhan dari Pemda Soal Tiket Pesawat Menpar Arief. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa tingginya harga tiket pesawat memberi dampak penurunan bagi sektor pariwisata. Dia pun mengaku sempat mendapat keluhan dari berbagai provinsi lantaran jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan akibat harga tiket pesawat yang tinggi.

"Banyak sekali protes hampir dari semua provinsi. mulai Aceh, Medan, Batam, Pekanbaru, Padang, gubernurnya langsung protes ke saya. Karena kenaikannya terlalu tinggi," katanya saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Menteri Arief menjelaskan, jika harga tiket untuk penerbangan domestik naik maka secara otomatis akan berpengaruh pada permintaan tiket. Turunnya jumlah permintaan tiket tersebut kemudian bisa berdampak pada sektor pariwisata di Indonesia.

"Ada rekan nanya ke saya apa pengaruh kenaikan? Pengaruh kenaikan harga pasti penurunan demand, itu Namanya price elasticity. Jadi kalau harga naik 20 persen demand turun 20 persen kalalu harga naik 100 persen demand 0 itu. Teorinya seperti itu," jelasnya.

Dirinya pun tidak mempermasalahkan tingginya harga tiket, hanya saja perlu disesuaikan dengan harga pasar. Bahkan, apabila ini dibiarkan secara terus menerus, dirinya menilai justru akan memberikan beban bagi pelaku usaha khususnya di sektor pariwisata.

"Dan itu berbahaya. Jangan sampai kita mahal sendirian apalagi kalau international flight, memalukan kalau kita dibandingkan dengan negara lain harga kita jauh lebih tinggi," jelas Menteri Arief.

"Jadi kalau mau naik 100 persen proyeksikan aja naiknya 3 tahun jangan sekarang," tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat keluhan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tentang mahalnya harga Avtur. Mahalnya harga avtur ini membuat tiket pesawat mahal serta kamar-kamar hotel menjadi sepi.

Presiden Jokowi pun mengaku kaget mendengar hal tersebut. Untuk itu, dia akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati untuk meminta kejelasan harga avtur di dalam negeri.

Menanggapi keluhan itu pun, Presiden Joko Widodo Jokowi siang tadi telah mengumpulkan sejumlah menteri untuk membahas mengenai harga avtur. Saat ini, avtur menjadi komponen tertinggi dalam biaya operasional maskapai penerbangan, bahkan mencapai 40 persen.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, jika harga avtur bisa lebih kompetitif maka secara tidak langsung akan mempengaruhi harga tiket maskapai. Dia pun menargetkan harga tiket pesawat bisa turun secepat mungkin.

"Diusahakan minggu ini (harga tiket pesawat turun)," tegas Budi Karya di Istana Kepresidenan. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini