Menko Luhut: Utang Indonesia Dilakukan Untuk Hal Produktif

Kamis, 31 Januari 2019 12:57 Reporter : Merdeka
Menko Luhut: Utang Indonesia Dilakukan Untuk Hal Produktif Luhut soal utang RI. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, seluruh utang pemerintah digunakan untuk hal yang produktif, seperti untuk melakukan pembangunan di seluruh Indonesia. Hal ini menanggapi kritik dari berbagai pihak mengenai utang pemerintah.

"Semua utang Indonesia merupakan utang yang sangat produktif," ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (31/1).

Salah satu contohnya yaitu pembangun Light Rail Transit (LRT). Pembangunan ini turut menghemat sebesar Rp 1 triliun dan hanya menggunakan 20 persen dari dana APBN.

"Orang-orang LRT itu anak muda semua, dan mereka semua sudah berhasil menghemat dana mereka dan menyumbang Rp 1 triliun. Dan saat ini negara kita sudah di manage oleh kalangan muda yang tidak akan bisa main-main lagi," ungkapnya.

Menurutnya, pada 2014 saat Presiden Jokowi mulai memimpin saat itu, perekonomian memang sedang sangat terguncang dan itu yang membuat Indonesia harus berutang. "2014, defisit kita mencapai USD 48 miliar, maka dari itu kita harus berutang karena pendapatan kita tidak sesuai dengan keinginan kita," tandasnya.

Sebelumnya, Tim ahli ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawasier menilai, meroketnya utang pemerintahan Joko Widodo disebabkan manajemen pengelolaan keuangan yang tidak tepat sasaran. Hal tersebut menjadi salah satu indikator utang yang saat ini kian meningkat.

"Utang ini tidak jelas ini untuk apa. Berapa bayar bunga, untuk subsidi berapa untuk macam-macam tidak terperinci," kata Fuad dalam diskusi Rabu Biru 'Kemelut Hutang di Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi' di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).

Karena itu, menurut Fuad, peningkatan nilai utang tidak berpengaruh kepada peningkatan perekonomian nasional. Dia mengatakan, bila pemakaian uang hasil utang tepat sasaran, bisa berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Utang memang bertambah dengan cepat tapi pertumbuhan ekonomi tidak meningkat hanya lima persen saja. Karena penggunaan utang tidak efektif,"ujar dia.

Reporter:Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini