Menko Luhut Soal Anies Tuding LRT Biang Kerok Banjir: Jangan Saling Menyalahkan

Senin, 8 April 2019 18:15 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Menko Luhut Soal Anies Tuding LRT Biang Kerok Banjir: Jangan Saling Menyalahkan Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait proyek LRT dan tol Becakayu sebagai penyebab banjir.

"Sudah tanya, kita tanya di mananya yang membuat itu jadi banjir. Di mananya, nggak bisa dijawab," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Senin (8/4).

Luhut mengatakan, setiap proyek pembangunan tentu telah dikoordinasikan antara satu pihak dengan pihak lain, antara pemerintah pusat dan daerah.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun meminta agar persoalan yang terjadi tidak menjadi awal untuk menyalakan satu sama lain. "Semua dikoordinasikan, beginilah sekarang membangun Stasiun Dukuh Atas, itu sudah dua bulan kita studi DKI sampai hari ini belum dibangun," ujarnya.

"Saya nggak mau saling salah-menyalahkan. Kita lihat dong, kita kerjain nggak bidang kita masing-masing. Jangan nyalahin orang. Kalau ada masalah ketemu, tidak usah di publik," tegas Luhut.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memeriksa tiga titik lokasi genangan saat hujan deras awal pekan lalu. Lokasi pertama yang dikunjungi Anies adalah kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Setelah melakukan pemantauan, Anies mengecek lokasi underpass Cawang, Jakarta Timur, dan Jalan Tol Becakayu, Kebon Nanas, Jakarta Timur. Ia menjelaskan, genangan air muncul karena banyak saluran air terhalang pilar pembangunan LRT dan Jalan Tol Becakayu.

"Jadi saya berikan peringatan keras pada mereka bahwa pihak Adi Karya harus bertanggung jawab, tahun lalu sudah terjadi yang di MT Haryono dekat Cawang, mereka sudah koreksi dengan menyiapkan pompa permanen," ungkap Anies.

"Saya bilang harus ditambah lagi (pompa) supaya tidak boleh lagi ada genangan di tempat-tempat konstruksi di tepi jalan sevital ini. Begitu ada hambatan, air 30 cm udah ada. Motor bisa lewat, mobil bisa lewat, tapi implikasinya pada kemacetan lalu lintas sewilayah protokol Jakarta," lanjutnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini