Menko Darmin Sebut ASEAN Dukung Indonesia Lawan Kampanye Hitam Sawit
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyebut akan melibatkan negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN untuk menolak kampanye hitam sawit di Uni Eropa, yakni renewable energy directive (RED) II. Pemerintah juga berkomitmen dan akan mendorong pemanfaatan sawit untuk biofuel.
Dia menegaskan pemerintah akan terus menentang kampanye hitam terhadap sawit tersebut melalui konsultasi bilateral, ASEAN, WTO, dan forum lainnya yang tepat.
"Sebetulnya dalam pertemuan ASEAN terakhir bulan lalu (Januari) usulan dan concern Malaysia dan Indonesia mengenai persoalan ini itu sudah diterima dan dimasukkan di dalam statement dari ASEAN," kata Menko Darmin di hotel Mulia, Jakarta, Kamis (28/2).
Dia menegaskan pemerintah Indonesia dan Malaysia telah secara resmi memasukkan permasalahan kampanye hitam terhadap sawit menjadi masalah ASEAN. "Karena negara-negara Eropa itu terkumpul dalam EU, kita juga ingin ada bukan hanya beberapa negara saja, tapi ASEAN juga ikut memperjuangkan kepentingan kita," tegasnya.
Sebelumnya, para Menteri yang bertanggung jawab atas isu industri kelapa sawit tergabung dalam Ministerial Meeting Of Council Of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) hari ini melakukan pertemuan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik lndonesia, Darmin Nasution.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Industri Utama Malaysia, Teresa Kok dan Kementerian Pertanian Kolombia diwakili oleh Felipe Fonseca Fino selaku Direktur Unit Perencanaan Pertanian dan Pedesaan.
Menko Darmin mengungkapkan ruang lingkup pertemuan membahas sejumlah isu terkini terkait minyak kelapa sawit termasuk kebijakan perdagangan internasional dan akses pasar, pelibatan dunia usaha dan petani kecil dan the United Nations 2030 Agenda for Sustainable Development Goals (SDGs).
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya