Menko Airlangga Nilai UMKM Mesin Utama Pemulihan Ekonomi Pandemi Covid-19

Selasa, 12 Oktober 2021 19:09 Reporter : Anisyah Al Faqir
Menko Airlangga Nilai UMKM Mesin Utama Pemulihan Ekonomi Pandemi Covid-19 Kabar Gembira, PKL Terdampak PPKM di Medan Dapat Bantuan Rp1,2 Juta. Instagram/@airlanggahartarto_official ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, dampak ekonomi dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel pada Juli lalu hanya bersifat sementara. Sebab pada Agustus, PMI Manufaktur Indonesia telah kembali ke level 52,2.

"Dampak pengetatan PPKM di bulan Juli 2021 bersifat sementara. Ini terlihat dari kembalinya ekspansi aktivitas PMI manufaktur bulan September di angka 52,2," kata Menko Airlangga dalam Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10).

Di masa pandemi, Menko Airlangga mengatakan UMKM terbukti menjadi critical engine yang berperan besar dalam pemulihan ekonomi nasional. Maka dari itu, pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan.

Salah satunya meningkatkan akses pembiayaan dengan menerbitkan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau rasio kredit UMKM bagi perbankan. Pemerintah melalui ketentuan ini memperluas cakupan pembiayaan kredit UMKM dengan memperhatikan keahlian dan model bisnis bank. Pembiayaan yang dapat dilakukan langsung melalui rantai pasok, lembaga jasa keuangan, pembelian surat berharga, dan pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Guna mempercepat pemulihan UMKM di masa pandemi, Pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak dua kali di tahun 2021. Pertama dari Rp 220 triliun menjadi Rp 253 triliun. Lalu ditingkatkan lagi menjadi Rp 285 triliun.

Selain itu, Menko Airlangga mengatakan Pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga KUR 3 persen di tahun 2021 dan mempermudah persyaratan pengajuan pembiayaan. Pemerintah juga melakukan relaksasi KUR, termasuk penundaan angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan tambahan limit plafon KUR serta relaksasi persyaratan administrasi.

"Ini juga diikuti dengan persyaratan yang dipermudah dan Kredit Tanpa Agunan dinaikkan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta," kata dia.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini