Menko Airlangga Minta Program Kartu Prakerja Lebih Mudah Diikuti Disabilitas

Jumat, 18 Juni 2021 18:15 Reporter : Idris Rusadi Putra
Menko Airlangga Minta Program Kartu Prakerja Lebih Mudah Diikuti Disabilitas Menko Airlangga. ©2020 Foto: Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta agar program pelatihan Kartu Prekerja untuk ke depannya didesain lebih mudah diikuti oleh penyandang disabilitas.

"Tadi kita dengar cerita luar biasa. Disabilitas yang harus menyesuaikan. Dari instruksi lisan (dalam pelatihan) diterjemahkan menjadi tertulis. Ini menjadi suatu catatan untuk program, jadi ke depan ada beberapa program yang kita coba supaya lebih friendly didesain untuk disabilitas," ujar Airlangga di acara dialog dengan Penerima Program Kartu Prakerja di Hotel Alila, Surakarta dikutip keterangannya di Jakarta, Jumat (18/6).

Airlangga terkesan pada perjuangan Anisa Kusuma Wardani, seorang alumni Program Kartu Prakerja dari Magelang. Dengan keterbatasannya sebagai penyandang disabilitas rungu wicara, Anisa dengan tekun mengikuti pelatihan yang diberikan. Airlangga juga langsung meminta Direktur BNI untuk memberikan bantuan modal usaha berupa KUR untuk Anisa.

Dengan dibantu penerjemah bahasa isyarat, Anisa bercerita dan menyatakan pendapatnya. "Menurut saya Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang banyak, karena saya mendapat wawasan dan pengetahuan baru tentang pekerjaan apa yang bisa saya jalani. Tapi sayangnya kemarin saya memiliki hambatan karena tidak ada penerjemah atau transkip yang bisa saya akses, karena saya kan seorang tuna rungu," ujarnya.

Ketika mendapat penjelasan dalam pelatihan Anisa mengaku hanya sebatas dari membaca gerak bibir, itu dia merasa kesulitan.

"Akhirnya saya memakai aplikasi di handphone untuk mengubah suara menjadi teks, itupun masih ada hambatan," imbuhnya.

Menurutnya, program Prakerja sudah bagus, tapi akan lebih bagus lagi kalau ada akses untuk penyandang disabilitas seperti dirinya. Sehingga materi yang disampaikan akan lebih bisa dipahami dan tak ada yang terlewat. Untungnya ada sesi pelatihan yang disampaikan dengan visual praktek sehingga ia masih bisa memahaminya.

Anisa adalah Alumni Kartu Prakerja gelombang IV. Dia mengaku mendapat informasi tentang Kartu Prakerja dari teman-temannya dan dari media sosial. Telah mencoba sejak gelombang pertama dibuka, Anisa baru lolos pada gelombang ke empat.

Anisa mengikuti empat pelatihan, Pertama tentang aplikasi make up dasar, lalu ikut pelatihan barista, karena dia ingin bisa membuka usaha warung kopi yang bisa mempekerjakan teman-teman penyandang disabilitas, yang ketiga yang dia ikuti yaitu pelatihan jualan online.

"Karena saya ingin mempelajari itu lebih lanjut, kemudian yang keempat saya ikut pelatihan manajemen keuangan, biar tahu bagaimana mengelola keuangan," papar Anisa.

2 dari 2 halaman

Manfaat Lain Kartu Prakerja

Saat ini, Anisa bekerja menjadi pustakawan dan masih lanjut jualan online, ada jilbab, mukena, dan pakaian. Sebagian ia masih menjadi reseller namun ada beberapa produk yang coba ia kembangkan sendiri.

"Dulu sebelum ikut pelatihan, saya jualan online secara manual saja, lewat story WhatsApp. Kemudian setelah ikut pelatihan, saya mencoba untuk jualan di marketplace sambil bekerja sebagai Pustakawan di sekolah, " katanya

Manfaat lain dari pelatihan yang dirasakan Anisa adalah, dulu sebelum ikut Prakerja ia mengaku belum bisa mengelola keuangannya, tapi sekarang sudah lebih rapih untuk pengelolaannya, dan cara promosi juga jadi lebih baik. [idr]

Baca juga:
Airlangga akan Perbaiki Layanan Kartu Prakerja agar Ramah Disabilitas
Ini Beda Program Kartu Prakerja dengan Bantuan Pemerintah Lainnya
Segera Daftar, Gelombang 17 Kartu Prakerja Ditutup Malam Ini
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka Siang ini, Kuota untuk 40.000 Orang
Kartu Prakerja akan Kembali Dibuka di Semester II-2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini