Menko Airlangga: Indeks PMI Naik Tunjukkan Pemulihan Ekonomi

Kamis, 1 April 2021 16:19 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menko Airlangga: Indeks PMI Naik Tunjukkan Pemulihan Ekonomi Menko Airlangga Hartarto. ©Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada pada posisi 53,2 di Maret 2021, naik dari posisi 50,9 pada Februari lalu. Posisi di bulan Maret ini, merupakan posisi tertinggi sejak survei dilaksanakan pada April 2011 silam.

Momentum ekspansi ini menggambarkan percepatan tajam dari tingkat pertumbuhan output dan permintaan baru. Indeks juga menunjukkan kenaikan solid pada kondisi bisnis yang melampaui rekor survei di Juni dan Juli 2014.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, indeks di angka 53,2 menunjukkan perbaikan signifikan pada kondisi bisnis Tanah Air. Menurutnya kenaikan Indeks Manufaktur Indonesia ini juga sebagai momentum mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Indeks PMI ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang semakin terakselerasi sejak awal 2021. Momentum ini harus terus kita jaga, agar pemulihan ekonomi nasional setelah pandemi semakin cepat," katanya di Jakarta, Kamis (1/4).

Untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi di tahun ini, menurutnya, pemerintah akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk memulihkan kepercayaan publik, khususnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dari sisi konsumsi hingga investasi. Pemerintah Indonesia meyakini ekonomi akan berbalik positif tahun ini, karena telah menggulirkan sejumlah program sejak 2020 dalam rangka memulihkan perekonomian nasional.

Fokus pemerintah untuk 2021 adalah dengan memberikan stimulus untuk belanja masyarakat, mengingat belanja masyarakat menyumbang 57,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk tahun ini, pemerintah telah memberikan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sektor properti, setelah sebelumnya memberikan stimulus berupa relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 705 untuk mobil bermesin 1.500 cc dan 2.500 cc.

"Pemberian insentif PPnBM untuk Kendaraan Bermotor dan insentif PPN untuk sektor perumahan, bisa berkontribusi cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, melalui multiplier effect-nya," ujar Menko Airlangga.

Baca Selanjutnya: Kemenkeu soal Peningkatan Indeks PMI:...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini