Menko Airlangga dan CEO Lotte Chemical Bahas Tahap Akhir Proyek Petrokimia Cilegon
Menko Airlangga bertemu dengan CEO Lotte Chemical Coorporation Young Jun Lee jelang KTT APEC 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan resmi dan melakukan pertemuan dengan Chief Executive Officer Lotte Chemical Corporation Young Jun Lee. Pertemuan dilakukan menjelang acara KTT APEC (APEC Summit) 2025 di Gyeoungjo Korea Selatan.
Airlangga mengatakan, pertemuan tersebut membahas perkembangan akhir investasi Lotte Chemical Indonesia khususnya pembangunan fasilitas New Ethylene Project (LINE Project) di Cilegon, Banten, sekaligus memperkuat komitmen kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Lotte Group di bidang industri kimia hilir.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas realisasi investasi besar Lotte Chemical di Indonesia yang mencapai sekitar USD3,9 miliar (setara Rp62 triliun) untuk membangun kompleks Petrokimia Hilir berteknologi tinggi.
Simbol kuatnya kemitraan ekonomi Indonesia-Korea Selatan
Proyek tersebut dikatakannya telah mencapai tahap akhir konstruksi dan dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan Kuartal IV Tahun 2025 dengan upacara pembukaan (Opening Ceremony) yang direncanakan akan digelar pada tanggal 6 November 2025.
“Kami mengapresiasi komitmen Lotte Chemical yang berhasil merealisasikan proyek strategis ini tepat waktu sesuai rencana dan dengan standar keselamatan yang tinggi. Pabrik ini menjadi simbol kuatnya kemitraan ekonomi Indonesia-Korea sekaligus tonggak penting dalam memperkuat kemandirian Industri Petrokimia Nasional” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat (31/10).
Airlangga menegaskan, kehadiran pabrik baru ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku industri nasional, serta mendukung program untuk melakukan substitusi impor.
Ekspor ke pasar internasional
Dengan beroperasinya proyek ini, ketergantungan terhadap produk impor diungkapkannya akan berkurang signifikan. Sehingga, biaya produksi industri akan turun dan harga produk turunan bagi konsumen menjadi lebih stabil.
"Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, produksi pabrik ini juga dapat diarahkan untuk ekspor ke pasar internasional, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain dalam rantai pasok petrokimia global di kawasan Asia Pasifik," ungkapnya.
"Langkah ini diharapkan akan mampu memperkuat neraca perdagangan nasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk petrokimia Indonesia di pasar dunia," sambungnya.
Stimulus transformasi ekonomi
Airlangga menekankan, pentingnya investasi ini sebagai stimulus transformasi ekonomi nasional, sejalan dengan agenda hilirisasi, pengembangan ekonomi hijau, dan peningkatan nilai tambah sumber daya domestik.
Selain itu, pemerintah dipastikannya akan terus memperkuat ekosistem industri melalui dukungan kebijakan fiskal. infrastruktur logistik, serta kolaborasi riset dan pengembangan SDM lokal.
“Proyek Lotte Chemical menjadi contoh nyata bahwa Indonesia kini bukan hanya pasar, tetapi mitra strategis dalam rantai pasok global. Ke depan, kita ingin lebih banyak investasi dengan karakteristik yang serupa, berteknologi tinggi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kemandirian industri nasional,” ujarnya.
Peran Danantara
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menekankan pentingnya peran Sovereign Wealth Fund Indonesia (Danantara) sebagai lembaga pembiayaan strategis yang berfungsi memfasilitasi investasi jangka panjang di sektor prioritas nasional, termasuk industri petrokimia, energi, dan infrastruktur berteknologi tinggi.
“Danantara memiliki peran sangat penting sebagai fasilitator investasi strategis Pemerintah, untuk memastikan proyek besar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” pungkasnya.
Melalui fungsi tersebut, Danantara diharapkan dapat memperkuat struktur pembiayaan investasi nasional dan menempatkan Indonesia sebagai mitra aktif. bukan hanya penerima investasi, dalam pengembangan industri global.