Menko Airlangga Beri Bocoran, Komoditas Ini Bakal Naik Harga

Rabu, 19 Mei 2021 16:10 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menko Airlangga Beri Bocoran, Komoditas Ini Bakal Naik Harga Menko Airlangga Hartarto. ©2019 Foto: Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan beberapa komoditas akan mengalami kenaikan harga yang cukup pesat beberapa waktu mendatang. Komoditas tersebut antara lain harganya diantaranya adalah minyak kelapa sawit (CPO), nikel, karet hingga tembaga dan emas.

Berdasarkan data proyeksi kementerian dari sumber Bank Dunia, CPO naik dari USD759 pada 2020 menjadi USD969 pada 2021, karet dari USD1,75 menjadi USD2,24, alumunium dari USD1,721 ke USD2,188, nikel dari USD13,928 ke USD16,406 dan batu bara USD77,6 ke USD61,4.

Dengan demikian data ini menunjukkan, harga-harga komoditas dunia mengalami peningkatan pesat pada tahun ini. Pihaknya pun mengimbau agar fenomena kenaikan harga-harga komoditas itu bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk mempercepat hilirisasi.

"(Kenaikan) Ini seiring naiknya demand (permintaan). Dengan kenaikan ini Indonesia tentu diharapkan bisa memanfaatkan komoditas boom ini dengan hilirisasi agar lebih sustain," katanya, Jakarta, Rabu (19/5).

Menko Airlangga melanjutkan, untuk nikel, pemerintah telah menekankan kebijakan hilirisasi dengan menekan kebijakan ekspor dalam bentuk bahan baku diolah menjadi produk jati. Pengolahan ini setelah adanya industri smelter berbasis nikel dan baja.

"Ini jadi bagian dari kebijakan hilirisasi. Di mana sebelumnya kita hanya ekspor bahan baku. Dan 4 sampai 5 tahun ini kita bangun industri berbasis nikel dan baja ini sudah mampu ekspor diatas USD10 miliar tentu ini jadi capaian yang baik," jelasnya.

Untuk itu, hilirisasi nikel bisa diikuti dengan program hilirisasi untuk komoditas lain. Beberapa di antaranya seperti aluminium dan batu bara, dengan cara membangun industri pemurnian atau smelter yang lebih terintegrasi sehingga bisa memberikan nilai tambah produk.

"Bisa dengan dibangun smelter-smelter. Ini tentu memberi kita waktu recover ekonomi lebih cepat dan khusus sawit momentum ini akan didorong dari revitalisasi kebun rakyat dengan program replanting yang terintegrasi dananya dari BPDPKS dan KUR," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini