Menhub Budi Usul Kemenkeu Beri Subsidi Rapid Test Covid-19

Rabu, 1 Juli 2020 17:54 Reporter : Idris Rusadi Putra
Menhub Budi Usul Kemenkeu Beri Subsidi Rapid Test Covid-19 Budi Karya Sumadi. ©2016 merdeka.com/mitra ramadhan

Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengusulkan pemberian subsidi untuk pengadaan rapid test atau tes cepat Covid-19 kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dengan angkutan umum, terutama pesawat udara, kereta api, dan bus AKAP (Antar-Kota Antar-Provinsi).

"Rapid test merupakan kewenangan Kemenkes, kami sudah menerima masukan-masukan dan sudah bilang ke operator-operator agar bisa menetapkan partner tes cepat," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (1/7).

Dia menceritakan, saat akan melakukan penerbangan ke Yogyakarta dan Solo, sejumlah pihak ada yang memberlakukan tes cepat Rp300.000, ada juga yang hanya Rp100.000.

"Kita minta Kemenkeu agar rapid test diberikan subsidi pada mereka yang akan melakukan perjalanan," ujarnya.

Sejumlah maskapai telah bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mengadakan tes cepat Covid-19, seperti Sriwijaya Air di kisaran harga Rp350.000-Rp450.000 dan Lion Air Group yang hanya Rp95.000.

Operator bandara yakni PT Angkasa Pura II juga menyelenggarakan tes cepat bekerja sama dengan Kimia Farma, di mana per calon penumpang dikenakan biaya Rp225.000 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

1 dari 1 halaman

Bersifat Wajib

rev1

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewajibkan para operator sarana maupun prasarana transportasi berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam memilih mitra kerja penyedia layanan uji tes cepat dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kewajiban tertuang dalam surat Menteri Perhubungan kepada para operator sarana dan prasarana transportasi tertanggal 29 Juni 2020 dan merupakan kesepakatan antara Menteri Perhubungan dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal itu untuk menjaga kualitas pemeriksaan dan hasil pemeriksaan PCR dan tes cepat , sekaligus mempermudah masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi massal.

Sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 pada 26 Juni 2020 yang merupakan perubahan dari SE Nomor7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, persyaratan yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang akan bepergian dengan transportasi umum yaitu wajib menunjukkan hasil tes PCR dengan hasil negatif atau rapid test dengan hasil non-reaktif yang berlaku selama 14 hari. [idr]

Baca juga:
Anggota DPR Soroti Kejanggalan Kewajiban Rapid Test Sebelum Naik Pesawat
Anies Sebut Tes Pelacakan Covid-19 di Jakarta Melebihi Saran WHO
Tim Pakar Gugus Tugas: Masyarakat yang Jadikan Rapid Test Sebagai Bisnis
Rapid Test, Bisnis Berbalut Kebutuhan Medis
Terbebani Kebijakan Rapid Test

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini