Menhub Budi Harap Ada Ekuilibrium Baru Harga Tiket Pesawat

Jumat, 9 Agustus 2019 18:07 Reporter : Siti Nur Azzura
Menhub Budi Harap Ada Ekuilibrium Baru Harga Tiket Pesawat Menhub Budi Karya Sumadi. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan adanya ekuilibrium baru harga tiket pesawat setelah polemik adanya kenaikan serta penurunan tiket sejak akhir 2018. Sebab, pemerintah telah menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah yang dinilai akan menciptakan ekuilibrium baru serta lebih maju dari negara lain.

"Mekanisme pentarifan lain negara berlaku hukum pasar, kita sudah maju dengan tetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Akan terjadi keseimbangan baik jika pikirkan maskapai diperhatikan," kata Budi di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (9/8).

Dia melanjutkan, Kementerian Perhubungan telah menaikkan tarif batas bawah sebesar 35 persen melalui penerbitan Peraturan Menteri 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Menurutnya, pihaknya tidak asal menerapkan tarif batas karena keputusan tersebut ditempuh dari sejumlah proses untuk mengetahui kemampuan maskapai dan daya beli masyarakat.

"Jangan asal tetapkan harga tapi mereka (maskapai) enggak bisa laksanakan. Pada dasarnya tarif penerbangan berbiaya murah bisa dilakukan dengan cost sharing sebagai cara bahwa semua pemangku kepentingan harus berikan solusi bagi masyarakat," imbuhnya.

Namun saat ini, gejolak harga tiket pesawat masih dirasakan, karena itu pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap struktur biaya operasional maskapai.

"Akan dilakukan penelusuran terhadap struktur biaya. Kita selalu rapat setiap minggu cari hal-hal yang bisa dilakukan pembenahan. Dalam konteks pelayanan berdasar UU Nomor 1 Tahun 2009, kita punya fungsi regulasi. Implementasinya mengatur beberapa hal salah satunya tarif batas itu untuk melindungi kepentingan masyarakat dan pelaku usaha," jelasnya.

Budi mengatakan, pihaknya juga membuka masukan dari berbagai pihak terkait solusi tiket pesawat setelah dilakukan skema diskon untuk penerbangan berbiaya hemat (LCC). Skema tersebut berlaku di hari-hari tertentu, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu pada pukul 10.00 sampai pukul 14.00 di mana maskapai LCC harus memberikan potongan harga sebesar 50 persen dari tarif batas atas.

Namun, dia membantah skema tersebut akan segera diubah dan diganti dengan skema yang lebih berjangka panjang. Saat ini tengah dilakukan rapat serta koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menentukan skema pentarifan tiket pesawat. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini