Mengenal Perry Warjiyo, anak petani yang pernah kerja di IMF kini jadi Gubernur BI
Merdeka.com - Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) secara resmi menyetujui penunjukkan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI periode 2018-2023.
Hasil keputusan tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz dalam sidang paripurna di Gedung DPR RI, Selasa (3/4).
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan Perry Warjiyo akan mulai bertugas per tanggal 23 Mei 2018 usai dilantik. Selain itu, Dody Budi Waluyo resmi bertugas sebagai Deputi Gubernur BI per 15 April 2018.
"Pak Perry Warjiyo akan menjadi Gubernur BI per 23 mei 2018," kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/4).
Sebenarnya siapa sosok Perry Warjiyo?
Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959 ini diangkat menjadi Deputi Gubernur BI pada 15 April 2013 melalui Keputusan Presiden 28/P Tahun 2013.
Jebolan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada 1982 itu meraih gelar Master dan PhD di bidang Moneter dan Keuangan Internasional dari Iowa State University, Amerika Serikat masing-masing pada 1989 dan 1991.
Perjalanan karier Perry Warjiyo di BI terbilang cukup panjang sejak 1984. Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur, dia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia.
Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter di BI.
Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry pernah berkarier dan menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.
Perry Warjiyo sangat berpengalaman khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur di Bank Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo memandang Perry Warjiyo, memiliki pengalaman lengkap di berbagai bidang bank sentral mulai dari pengalaman menangani krisis ekonomi karena tekanan eksternal hingga mengembangkan keuangan syariah.
Agus mengatakan, pencalonan Perry oleh Presiden Joko Widodo telah mengedepankan terjaganya stabilitas perekonomian.
"Karena pencalonan Perry disampaikan di waktu yang tepat dan figur yang dipilih adalah ahli, berpengalaman, dan pernah melewati masa krisis," ujar dia.
Perry yang sudah 34 tahun berkarya di Bank Indonesia mengakui, etos kerja yang dia miliki adalah buah didikan sang ayah, seorang petani desa, yang kini telah meninggal.
"Saya Perry Warjiyo, anak petani yang memang berasal dari desa. Hanya satu tujuan mengabdi untuk bangsa negara sesuai didikan almarhum ayah saya," ungkapnya di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/3).
Sebagai anak petani, dia mengalami perjuangan yang tidak mudah untuk dapat menjadi seperti sekarang.
"Saya berasal dari Desa, yang dalam hidupnya adalah berjuang terus untuk bisa sekolah dan kemudian bekerja," kata Perry.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya