Menengok Dampak Demo Mahasiswa dan Kerusuhan Papua ke Ekonomi Indonesia

Rabu, 25 September 2019 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Menengok Dampak Demo Mahasiswa dan Kerusuhan Papua ke Ekonomi Indonesia Demo Mahasiswa. ©2019 Merdeka.com/Ahdania Kirana/Magang

Merdeka.com - Kemarin, kondisi Indonesia tengah dikepung sejumlah rangkaian massa. Mulai dari demo mahasiswa di sejumlah daerah hingga kerusuhan Papua.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap aksi demo mahasiswa pada hari ini tidak mencederai stabilitas perekonomian Indonesia. Sebab, di tengah perlambatan ekonomi global, gangguan situasi politik dalam negeri dikhawatirkan justru mengganggu iklim investasi.

"Tentu saya berharap bahwa hal-hal yang menjadi pemicu bisa untuk dibahas melalui proses-proses politik yang ada, sehingga tidak menimbulkan dampak sentimen yang lebih luas," kata Menteri Sri Mulyani.

Pihaknya saat ini tengah berupaya keras untuk menahan dampak laju perlambatan ekonomi global ke perekonomian dalam negeri. Bahkan risiko perlambatan ekonomi global pun mulai terkendali.

Oleh karena itu, dirinya berharap seluruh pihak dapat menjaga momentum stabilitas ekonomi dan politik di Tanah Air. Itu dilakukan untuk meredam dampak-dampak yang didatangkan dari eksternal.

Berikut rangkuman dampak aksi demo mahasiswa dan kerusuhan Papua kemarin.

1 dari 4 halaman

1. Pasar Modal Melemah Paling Parah se-Asia

Aksi demontrasi terjadi di beberapa daerah pada dua hari ini. Aksi demo mahasiswa ini untuk menolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP.

Analis PT KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko mengatakan aksi demo mahasiswa berdampak besar pada kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG).

Siang kemarin, performa IHSG tercatat paling parah se-Asia. Di mana indeks berada di zona merah dengan posisi 6.131 pada 30 menit sebelum jeda siang. IHSG terus merosot sejak pembukaan pagi tadi, turun 74,615 poin atau 1,20 persen.

Yuganur melanjutkan, demo hari ini akan menjadi penentu bagi pergerakan indeks di perdagangan besok di bursa saham. Pihaknya berharap demo tak berakhir semakin parah. "Yang bikin turun (IHSG) sih demonya sebenarnya. IHSG besok bisa rebound lagi kalau tidak ada apa-apa hari ini," ujar dia.

2 dari 4 halaman

2. Kerusuhan Papua Bikin Khawatir Investor Asing

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai dialog sosial secara intensif dapat meredam kericuhan di Wamena, Papua. Persoalan keamanan harus segera diatasi, kalau tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi setempat. Selain itu, dikhawatirkan juga dapat mempengaruhi persepsi investor asing karena ini konteksnya Indonesia.

"Persoalan di Papua memang cukup kompleks, ada aspek sosial dan politik yang kemudian berimplikasi pada keamanan dan aktivitas ekonomi. Maka itu, pendekatannya bukan lagi politik tetapi aspek sosial dalam rangka mensejahterakan masyarakat," ujar Direktur Indef, Eko Listiyanto.

Menurut dia, sektor pertambangan masih menjadi sesuatu yang menarik bagi investor, ditambah sektor pariwisata yang memiliki potensi cukup besar dalam menarik wisatawan yang akhirnya dapat mendorong perekonomian meningkat.

3 dari 4 halaman

3. Ada Demo Mahasiswa, Operasional Tol Dalam Kota Lumpuh

PT Jasa Marga menutup akses tol yang mengarah ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini terkait aksi demo mahasiswa yang tengah terjadi di depan gedung parlemen tersebut saat ini.

Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga, Ira Susianti, mengatakan penutupan ini merupakan langkah antisipasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengguna tol.

"Saat ini dalam persiapan untuk penutupan akses yang menuju ke lokasi demo," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya belum mengetahui berapa kerugian yang dialami akibat penutupan terkait aksi demo mahasiswa hari ini.

4 dari 4 halaman

4. Perbankan dan Perdagangan Belum Terganggu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kisruh nasional yang kini tengah terjadi di Indonesia tidak akan mempengaruhi investasi dan simpanan di perbankan. Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan, menjelaskan kisruh nasional bisa saja dapat berpengaruh pada iklim investasi hingga simpanan di perbankan.

Namun aksi tersebut yang berskala besar seperti kerusuhan pada 1998 silam. Sementara aksi saat ini dinilai masih jauh dari kondisi tersebut.

"Kan ini masih jauh dibanding kerusuhan 1998," ujarnya.

Sementara, operasional mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia masih beroperasi secara normal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan mengatakan, sejauh ini belum ada laporan ke asosiasi yang terkait gangguan yang dialami oleh mal dan pusat perbelanjaan akibat aksi demo mahasiswa.

"Sementara belum ada laporan mal terganggu," kata dia.

[bim]

Baca juga:
Polda Sulsel Minta Maaf Soal Insiden Pengamanan Demo Masuk Masjid
Ratusan Mahasiswa di Bandung Mengalami Luka
Bentrok di Slipi, 3 Pendemo Ditangkap Polisi
Mobil Water Canon Brimob Hancur Diamuk Mahasiswa
Pos Polisi di Palmerah Dibakar Pendemo
Pendemo Lempari Polisi Pakai Batu di Slipi, Dibalas Tembakkan Gas Air Mata

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini