Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok Bendungan Batujai, bendungan pertama di Lombok berusia 36 tahun

Menengok Bendungan Batujai, bendungan pertama di Lombok berusia 36 tahun Bendungan Batujai. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lombok merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak bendungan. Hal ini karena kondisi daerah tersebut yang terbagi menjadi dua bagian yaitu wilayah basah dan kering. Wilayah basah ini umumnya berada di kawasan Utara dan wilayah kering ada di kawasan Selatan.

Perbedaan wilayah ini menjadi masalah tersendiri, sebab pengairan tidak merata karena umumnya kawasan Selatan memiliki area darat lebih luas yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi. Pemerintah pun pada 1977 merancang pembangunan bendungan, yang di kenal Batujai dan diresmikan pada 1982.

Pembangunan bendungan membawa wajah baru bagi Lombok. Masyarakat wilayah Selatan yang tadinya dihadapkan dengan kesulitan memperoleh air, kini bisa memanfaatkan bendungan untuk kegiatan ekonomi dan keperluan sehari-hari.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Asdin Julaidy, mengatakan masyarakat memanfaatkan bendungan ini untuk melakukan kegiatan usaha seperti pengairan pertanian dan perikanan. Selain itu, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga melalui proses penjernihan kembali.

"Sekarang ada perikanan, kita juga melepas ikan ke sana. Untuk menjaga ikan tetap ada di sana. Selain perikanan, tempat ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat melalui pengolahan kembali," ujar Asdin di Lombok, Rabu (17/10).

Semula pembangunan bendungan ini untuk menyediakan air bagi kepentingan irigasi di daerah pertanian Penujak, Setanggor, Darek, Ungga, Ranggagata, dan sekitar Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah dengan luas 3.350 ha. Sebelumnya, sawah di daerah tersebut berupa sawah tadah hujan.

Dengan berkembangnya lingkungan di sekitar waduk dan perubahan tataguna lahan di hulu sungai maka manfaat bendungan untuk mengairi sawah tersebut kian hari menjadi berkurang menjadi seluas 2.426 ha, diakibatkan juga oleh tingginya sedimen yang masuk ke dalam bendungan.

Keberadaan bendungan ini juga dapat mengatur debit puncak dari banjir yakni dari 1.332 meter kubik per detik menjadi 764 meter kubik per detik atau dapat mereduksi banjir sebesar 568 meter kubik per detik sehingga akibat yang lebih besar dapat dihindarkan.

"Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari maka masyarakat setempat juga memanfaatkan Bendungan Batujai untuk area memelihara dan menangkap ikan, bahkan sumber penghidupan sampingan sebagai nelayan," jelas Asdin.

Meski demikian, Asidin mengatakan pihaknya kini menghadapi masalah polusi air bendungan dengan pertumbuhan eceng gondok yang cukup cepat. Selain itu, bendungan juga semakin dangkal dengan meningkatnya sedimen dasar air.

"Di bendungan ini ada 5 sungai yang menyuplai air. Sehingga melintasi daerah perkotaan sehingga pembuangan limbah masyarakat semua masuk ke sungai dan berkumpul di bendungan ini. Ini yang menjadi permasalahan kami. Karena namanya perkotaan limbah perumahan kan selalu identik dengan eceng gondok," jelasnya.

"Ini lah masalah terbesar, bendungan satu-satunya yang ada di tengah kota. Terus kondisinya kurang bersih karena ada eceng gondok dan setiap tahun kami tetap memerangi eceng gondok namun kalah cepat dengan alat yang kami punya dengan pertumbuhan eceng gondok," jelasnya.

Hal ini sebenarnya telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai solusi Kementerian PUPR memberikan alat untuk meminimalisir pertumbuhan eceng gondok. Dengan adanya upaya ini, pada 2019, Bendungan Batujai diharapkan bebas dari eceng gondok.

"Alhamdulillah dari KemenPUPR kami dibantu alat pembersih eceng gondok. Dan nanti kalau sudah airnya terisi eceng godok tidak terlalu banyak tumbuh lagi. Alat itu akan beroperasi mencegah itu. 2019, nanti target kita eceng gondok di Batujai ini clear sudah," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP