Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menara Da Vinci Jadi Penthouse Termahal di Jakarta, Biaya Sewa Rp90 Juta per Bulan

Menara Da Vinci Jadi Penthouse Termahal di Jakarta, Biaya Sewa Rp90 Juta per Bulan menara penthouse davinci. ©2023 google maps

Merdeka.com - Gedung-gedung tertinggi di Jakarta seperti tidak ada habisnya untuk dibahas. Selain Menara Saidah yang populer karena lama tak ditinggali, dan konstruksi yang terlihat miring. Menara Davinci di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, turut memantik masyarakat untuk mencari tahu seluk beluk bangunan ini.

Menara ini didirikan pada tahun 2003 oleh perusahaan furnitur klasik nuansa Eropa, Da Vinci Group. Pendiri Da Vinci adalah Doris Phua, perempuan asal Singapura.

Mengutip situs Davinciasia, tinggi menara Da Vinci yaitu 177 meter yang terdiri dari 35 lantai. Menara ini dibangun di atas lahan seluas 100 meter persegi. Dari total lantai yang ada, 12 lantai didesain sebagai galeri koleksi furnitur Da Vinci. Sementara 23 lantai lagi dijadikan sebagai hunian super mewah. Atau, masyarakat senang menyebutnya sebagai penthouse.

Eksklusivitas yang tinggi terpancar dari ketatnya keamanan yang diterapkan di menara tersebut. Identitas penghuni penthouse tersebut dapat dipastikan terjaga.

Bicara mengenai eksklusivitas dan fasilitas mewah yang ada pada menara Da Vinci, harga sewa untuk penthouse ini ditaksir mencapai ratusan juta per bulan.

menara penthouse davinci©2023 google maps

Mengutip situs sewa apartemen, harga sewa penthouse Da Vinci per bulan dengan jumlah 3 hingga 4 kamar tidur sebesar Rp90 juta. Jumlah ini termasuk fasilitas mewah seperti ruang sauna, kolam renang indoor, ruang spa dan pijat pribadi, salon, ruang fitness. lapangan tenis serta ruang hiburan yang dapat dinikmati penghuni menara Da Vinci.

Dijelaskan juga bahwa kaca jendela yang terpasang pada menara Da Vinci memiliki 3 lapis, sehingga dapat dipastikan kedap suara. Interior pada bangunan juga menggunakan kualitas premium standar Da Vinci.

Proses Pengembangan

rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menara Da Vinci merupakan wujud keberhasilan Doris Phua bersama sang suami Tony Phua, dalam mengembangkan bisnis furnitur premium. Keduanya telah berekspansi ke Malaysia, Brunei, Taiwan, Hongkong, China, dan Indonesia. Keduanya mengaku tidak pernah menyangka atas capaian saat ini.

Bisnis furnitur Da Vinci dimulai pada 1978. Ketika itu Doris mulai bekerja sebagai demonstrator produk perlengkapan memasak bermerek Fissler asal Jerman. Pelan tapi pasti, peran ini sukses dia jalankan.

Hingga pada 1980, statusnya naik menjadi distributor produk itu. Sebagai distributor, kinerjanya cukup impresif. Dia pun dilabeli sebagai importir Fissler paling sukses di Asia.

Tahun 1993 Doris mengunjungi pameran furnitur di Milan, Italia. Pada kunjungannya itu dia semakin terpacu untuk segera berbisnis furnitur premium dengan konsep yang berbeda. Di sana, dia mendapatkan intuisi bisnis bahwa sebenarnya banyak produk furnitur yang berpotensi laris dijual di Asia.

Sepulang dari Milan, dia bersama suaminya Tony Phua, pengembang ternama di Singapura, mendirikan DV HPL di Singapura.

Da Vinci didesain bukan lagi sebagai perusahaan distributor peralatan masak, tapi distributor atau penjual furnitur premium. Konsep Da Vinci menyatukan berbagai merek furnitur top dunia dalam satu gerai. Pilihan diferensiasi ini dilakukan karena sebelum Da Vinci lahir, biasanya toko furnitur hanya menjual satu merek. 

"Da Vinci menawarkan konsep one stop shopping berbagai merk furnitur ternama dunia," ujar Doris.

Sementara nama Da Vinci diambil dari nama maestro pelukis Italia, Leonardo Da Vinci, lukisan masterpiece-nya, Mona Lisa, dipampang jelas di depan pintu utama Menara Da Vinci Jakarta.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP