Pembangunan terburu-buru era Jokowi demi kejar 'tayang

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, M. Nizar Zahro, mengkritik pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dilakukan terburu-buru, namun mengabaikan aspek keselamatan. Nizar menilai rakyat kecil yang menjadi korban untuk menyelesaikan proyek infrastruktur yang menjadi ambisi Jokowi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Pembangunan terburu-buru era Jokowi demi kejar 'tayang
Tiang girder tol Becakayu ambruk. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Gerindra, M. Nizar Zahro, mengkritik pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dilakukan terburu-buru, namun mengabaikan aspek keselamatan. Nizar menilai rakyat kecil yang menjadi korban untuk menyelesaikan proyek infrastruktur yang menjadi ambisi Presiden Joko Widodo.

"Tenaga rakyat kecil dipacu untuk memenuhi ambisi presiden. Proyek dikebut siang dan malam untuk mengejar acara 'peresmian' oleh presiden," kata Nizar melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/2).

Tekanan target kerja itu, kata Nizar, membuat para pekerja kehilangan kemampuan. Akibatnya, infrastruktur yang dibangun berlabel 'asal jadi'.

Ketua DPP Partai Gerindra ini mengimbau kepada para pekerja proyek untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga disarankan berhati-hati ketika melintasi proyek infrastruktur pemerintah.

"Para masyarakat yang melintas atau sedang mamakai proyek infrastruktur juga harus hati-hati. Dan pemerintah sebagai penanggung jawab proyek, bukalah hati nurani Anda, sudah banyak korban berjatuhan. Hentikanlah ambisi yang kalap tersebut," tandas Nizar.

Diketahui, insiden pengerjaan proyek infrastruktur kembali terjadi. Kali ini, Penyangga cetakan beton (sebelumnya ditulis tiang girder) proyek Tol Becakayu roboh, Selasa (20/2). Akibat insiden ini, 7 pekerja proyek yang digarap Waskita Karya itu luka. Satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Merdeka.com mencatat sejumlah proyek infrastruktur yang roboh dan ambruk. Beberapa di antaranya menyebabkan pekerja tewas dan luka serius. Antara lain:

1. Crane pengangkut beton Proyek Double Double Track di Matraman, Jakarta Timur Roboh, Minggu (4/2). Empat pekerja tewas, pekerja lainnya luka-luka. Korban tewas, yakni Jainuddin (40) warga Karawang, Dami Prasetyo (25) warga Purworejo, Jana Sutisna (44) asal Bandung, dan Joni (35) yang belum diketahui pasti identitasnya.

2. Beton Girder Proyek LRT Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (22/1). Lima pekerja luka yakni Rois Julianto (27), Wahyudi (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22), dan Jamal.

3. Girder proyek Jalan Tol Depok-Antasari, Jakarta Selatan, Selasa (2/1). Penyebabnya diduga tersenggol alat berat. Tidak ada korban.

4. Crane ambruk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 15, Kamis (16/11/2017). Tidak ada korban.

5. Beton proyek Light Rail Transit ( LRT) jatuh di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (15/11/2017). Tidak ada korban, hanya mobil rusak tertimpa material beton.

6. Pembatas beton proyek mass rapid transit (MRT) jatuh di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/11/ 2017). Menimpa motor yang sedang melaju. Pengendara mengalami luka ringan.

7. Girder tol Pasuruan-Probolinggo roboh di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/10/2017). Satu pekerja tewas dan dua lainnya luka.

8. Tiang proyek konstruksi Light Rail Transit (LRT) menimpa rumah warga di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Selasa (17/10/2017). Tiga warga luka.

9. Jembatan Tol Bocimi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, ambruk, Jumat (22/9/2017). Seorang pekerja tewas dan dua lainnya luka.

Rekomendasi