Luncurkan Logo Baru, Lippo Cikarang Kembali Jual Meikarta dan Sasar Generasi Milenial
Merdeka.com - PT Lippo Cikarang Tbk membuat gebrakan baru pada 2020 dengan meluncurkan logo baru untuk Meikarta. Logo dengan inisial huruf M diartikan sebagai Milenial. Brand itu, ditujukan untuk mempertahankan visi Meikarta yang sesuai dengan kaum milenial.
"(Visi Meikarta) yaitu kota yang baru, modern, dan pas bagi segmen pasar kita yaitu milenial. Sehingga jika dilihat, logonya (juga) warna-warni, mencerminkan semua lapisan yang ada untuk kalangan milenial," ujar Chief Marketing Officer of Meikarta, Lilies Surjono di Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).
Dengan logo baru tersebut, Lilies menargetkan pra-penjualan mega proyek Meikarta meningkat sebanyak 25 persen pada 2020. "Saat ini, (Meikarta) sudah berhasil menjual 80 persen unit huni dari total sekitar 20.000 unit," ujar Lilies
Sementara untuk penjualan hunian di Meikarta terhitung sudah mengalami peningkatan dengan total lebih dari 150 persen, dengan kisaran harga mencapai Rp10 juta sampai Rp 10,5 juta per meter persegi.
"Harga awal (pada 2017) Rp6 juta per meter persegi. Jadi kenaikannya sudah lebih dari 150 persen sampai 2020," kata Lilies.
Sementara itu, Lilies mengatakan ada 22 tower yang sudah topping off pada 2019. Kemudian akan menyelesaikan 6 tower pada akhir Februari 2020.
Sementara itu, Advisor in Lippo Cikarang Henry Riady memaparkan strategi untuk kembali mendapat kepercayaan masyarakat. Di antaranya memberikan kualitas hunian yang terbaik, sesuai dengan visi Meikarta untuk membangun kota yang bagus dengan harga yang terjangkau.
"Kalau kita (Meikarta) memberikan kualitas yang terbaik (dalam kualitas huniannya), dan masyarakat mendapatkan benefit dari pada (kualitas) itu, masyarakat mengerti visi kita. Itu yang penting," ujarnya.
Bidik Milenial
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSementara itu, dalam membidik milenial sebagai segmen pasar Meikarta, Lilis mengatakan ada strategi marketing yang dilakukan untuk mencapai target penjualan, di antaranya harus mengetahui target yang akan membeli hunian di Meikarta.
"Dari pembeli itu, kita (pihak Meikarta) dapat tahu strategi penetapan harganya harus seperti apa dan fasilitas apa yang harus kita berikan ke mereka (milenial sebagai target pasar)," kata Lilies.
Sehingga dari jumlah harga penjualan hunian yang telah ditentukan itu, Lilies dapat mengkombinasi harga dengan memberikan promo-promo yang menarik, yang juga diinginkan oleh targe pasarnya. "Contohnya promo-promo (yang diberikan), seperti gadget, karena hal itu sangat disukai oleh para milenial."
Milenial Dominasi Hunian di Meikarta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAdvisor in Lippo Cikarang Henry Riady menyebut saat ini ada 60 persen hunian akan ditinggali oleh para milenial. Hal itu berkesinambungan dengan gaya hidup yang dibangun di Meikarta.
Namun, Henry menambahkan, orang tua juga ikut andil dalam membeli hunian di Meikarta. Hal itu guna mempersiapkan kebutuhan anaknya.
"Pada akhirnya, di Indonesia, orang tua akan membelikan untuk anaknya, jadi membantu anaknya (untuk mendapatkan hunian yang layak di masa depan)," kata Henry.
Sementara untuk perkembangan di Meikarta yang ditaksir akan meningkat, Henry mengatakan hal itu didasari oleh transportasi yang memadai. "Seperti tol layang, LRT, Kereta api cepat Jakarta-Bandung, yang akan membuat jarak antara Jakarta dan Bandung hanya berkisar 15 menit."
Kemudian, Meikarta merupakan salah satu kawasan motor penggerak ekonomi, terutama pada kawasan industrinya.
Reporter Magang: Nurul Fajriyah
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya