Luhut Soal Tarif Pesawat Mahal: Kita Tidak Boleh Intervensi Pasar

Senin, 21 Januari 2019 16:12 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Luhut Soal Tarif Pesawat Mahal: Kita Tidak Boleh Intervensi Pasar Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Awal tahun ini masyarakat sempat dihebohkan oleh mahalnya tarif pesawat. Tidak sedikit pengguna pesawat yang mengeluhkan kondisi tersebut termasuk di sosial media.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada masalah mengenai kenaikan tarif pesawat tersebut. Menurutnya, masyarakat hanya butuh waktu untuk penyesuaian.

"Tidak ada masalah, kan bisa saja adjusment itu kan bisa. Cari equilibrium (penyesuaian) itu kan butuh waktu," kata Menko Luhut di kantornya, Senin (21/1).

Selain itu, dia juga menegaskan pemerintah tidak berhak melakukan intervensi pasar. Sebagai regulator, pemerintah hanya dapat menentukan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

"Kan tidak boleh kita juga intervensi market ya. Jadi biarlah market mechanism. Tapi pemerintah kan punya harga atas juga, jadi ya saya pikir Menteri Perhubungan sudah atur dengan bagus kok," ujarnya.

Sementara itu, mengenai tingginya harga bahan bakar pesawat (avtur) yang dinilai menjadi penyebab naiknya harga tiket pesawat, Luhut berharapakan ada efisiensi atau penghematan penggunaan BBM. "Kita juga harus lebih efisien ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi membantah jika terjadi persekongkolan atau kartel antar maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat terbang. Menurut dia, tidak ada kesepakatan antar satu maskapai dengan maskapai untuk membuat harga tiket menjadi mahal.

"Kalau menurut saya tidak (kartel)," ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Senin (21/1).

Namun demikian, Budi mempersilakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut, jika memang ditemukan indikasi penyimpangan. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini