Luhut Akui Punya Lahan Tambang Batubara, Tapi Diperoleh Sebelum jadi Menteri

Rabu, 20 Februari 2019 19:45 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Luhut Akui Punya Lahan Tambang Batubara, Tapi Diperoleh Sebelum jadi Menteri Luhut dan DPR Kumpul Bahas Mobil Listrik. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Dalam debat calon presiden yang digelar Minggu (17/2) malam, capres nomor urut 01 Jokowi menyinggung Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait kepemilikan lahan 330.000 hektare di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah. Pernyataan itu berbuntut panjang karena banyak pejabat dan petinggi negara yang disebut-sebut memiliki dan mengelola lahan negara. Salah satu nama yang disebut adalah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut buka suara terkait kabar kepemilikan dan penguasaan lahan negara. Luhut disebut-sebut sebagai salah satu pejabat publik yang memiliki tanah luas yang digunakan untuk perusahaan Batubara yakni PT Toba Bara Sejahtera.

Luhut mengakui memiliki lahan untuk perusahaan tambang batubara. Namun, perusahaan dan lahan tersebut diperoleh saat masih berstatus pengusaha. Jauh sebelum Luhut menjabat sebagai menteri dalam kabinet Jokowi.

"Kepemilikan lahan saya betul punya perusahaan tambang. Saya pemilik karena dulu saya pengusaha. Semua yang saya dapat sebelum jadi menteri," kata dia, dalam acara afternoon tea di Kantornya, Jakarta, Rabu (20/2).

Mantan Menko Polhukam ini menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Menteri, tidak ada satu pun bisnis yang dia jalankan. Dia mengklaim betul-betul melepaskan bisnis tersebut agar lebih fokus menjalankan tugas negara.

"Selama saya menjadi Menteri saya tidak bisa punya bisnis lagi," jelas dia.

Dia mengaku mencontoh Presiden Joko Widodo. Menurut Luhut, selama menjabat sebagai Presiden, Joko Widodo sama sekali tidak pernah menjalankan bisnis.

"Saya lihat Presiden tidak ada bisnis saya tidak berani juga," tegas Luhut.

Luhut juga meminta kepada siapa pun yang terus mengkritisi pemerintah untuk berlaku fair. Artinya jika salah maka harus mengaku salah jangan justru membantah dengan menyajikan berita berita yang tidak benar.

"Kita harus belajar gentle jangan memberikan informasi yang tidak mendidik juga buat kalian yang muda-muda," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Luhut Panjaitan
  2. Tambang
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini