Lippo Tegaskan Selalu Dukung Kemajuan Bisnis OVO
Merdeka.com - Kabar bahwa Lippo Group akan melepaskan kepemilikan dari OVO diluruskan oleh pihak Lippo.
Presiden Direktur Multipolar/Direktur Lippo Group, Adrian Suherman menegaskan bahwa Lippo terus berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan juga perkembangan OVO sebagai perusahaan fintech e-money Indonesia.
"Sebagai pendiri OVO, kami tentunya akan selalu aktif mendukung dan menjadi bagian dari perkembangan OVO," tegas Adrian di Jakarta.
Ditambahkan Adrian, sebagai bagian dari pemilik OVO, Lippo senantiasa membuka peluang bagi mitra untuk mendukung OVO agar dapat tumbuh dan berkembang. Komitmen Lippo Group, dengan membawa mitra baru, adalah agar OVO terus dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.
Adrian memastikan, bersama para pemegang saham lain, Lippo tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO, yang hanya dalam dua tahun ke belakang telah berkembang pesat menjadi perusahaan fintech e-money terkemuka. Saat ini, OVO merupakan startup unicorn kelima yang ada di Indonesia.
Dia yakin, OVO akan dapat menjadi kebanggaan nasional dan memastikan bahwa Lippo terus mendukung upaya pemerintah, BI dan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.
Ditegaskan Adrian, sebagai pendiri OVO, Lippo Group masih aktif mendukung dan menjadi bagian dari perusahaan tersebut. "Kami adalah pendiri dan tetap menjadi pemegang saham dari OVO, dan bangga untuk dapat terus menjadi bagian dari sebuah usaha yang telah menjadi aspek penting dari keseharian masyarakat Indonesia," tegasnya.
Cari Sumber Dana Baru
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLippo Group telah menjual 2/3 kepemilikan saham di OVO. Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra mengatakan, dengan adanya pelepasan ini maka pihaknya akan mencari sumber pendanaan baru.
"Saya pernah jelaskan beberapa kali, sekarang sebagaimana start up yang lain tentu dilakukan fundraising terus menerus. Sekarang pemegang saham OVO bukan hanya Lippo, karena itu kan komposisi pemegang sahamnya sangat beragam, dan Lippo adalah salah satu pemegang saham dari OVO," jelasnya di Jakarta, Kamis (28/11).
Dia membeberkan, pihaknya dihadapkan pada dua opsi, apakah ingin ikut menambah kepemilikan modal secara mandiri atau membuka kesempatan bagi pihak ketiga atau investor. "Kalau tidak ikut menambah kepemilikan modal, otomatis saham saya terdelusi kan gitu. Itu kan pilihan yang normal dari setiap investor," ujar dia.
Menanggapi isu bahwa OVO disebut agresif bakar uang investor, Karaniya menyatakan, horison bisnis di dunia teknologi itu baru, dan tidak sama dengan model bisnis konvensional.
"Maka dari itu dalam periode tertentu dibutuhkan adanya capital injection. Sekarang kalau financial technology dibutuhkan upaya kampanye besar besaran untuk mengedukasi masyarakat supaya mulai masuk ke dunia e-commerce. Sama dengan ride hailing juga gitu," tuturnya.
"Sekarang karena eranya financial technology, semua financial technology melakukan upaya mengedukasi publik untuk mulai menggunakan layanan financial technology," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya