Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lewat Video, PBNU Tagih Janji Sri Mulyani Beri Kredit Murah Rp1,5 Triliun

Lewat Video, PBNU Tagih Janji Sri Mulyani Beri Kredit Murah Rp1,5 Triliun Ketua PBNU Said Aqil Siradj. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyindir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai pemberian kredit murah sebesar Rp1,5 triliun. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima bantuan tersebut.

"Pernah kita MoU dengan Menteri Sri Mulyani, katanya akan menggelontorkan kredit murah Rp1,5 triliun. Sampai hari ini satu peser pun belum terlaksana," kata Said dalam video ceramah yang diterima Liputan6.com, Kamis (26/12).

Dalam video tersebut, Said membahas soal ketimpangan antara kaya dan miskin, yang masih sangat terlihat jelas di Indonesia. Sayangnya, organisasinya yang belum mampu, mengatasi itu semua. Di sini lah dia menyinggung soal perjanjian (MoU) dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Ini biar tahu semua, seperti apa pemerintah kita ini. Biar tahu semua," lanjut dia.

Selain itu, dia juga menyinggung kekayaan alam di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir kelompok saja. Sementara, orang miskin berada di pinggir kekayaan tersebut. Seperti di tepi laut, di pinggir hutan, bahkan di sebelah pertambangan.

"Freeport, uranium, nikel, apalagi batu bara, semuanya dihabisin, dihabisin. Oleh siapa? Oleh segelintir orang saja," tandasnya.

Bantuan Usaha

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kementerian Keuangan akan memberikan bantuan usaha ke warga Nahdatul Ulama (NU) yang diberi nama Ultra Mikro Fun atau Umi Fun ini pada tahun 2016 lalu. Dana yang disiapkan Kemenkeu itu senilai Rp1,5 triliun, dan akan dikelola oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) dan akan didistribusikan ke koperasi-koperasi syariah di tiap daerah seluruh Indonesia.

Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan badan Layanan Umum (PPKBLU) Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Djoko Hendratto mengatakan, program ini merupakan tahap implementasi atau pengenalan program baru khusus warga NU.

"Kalau dari kami, dari NU ini minta rangkaian tahap implementing, pas kami juga menyambut program implementasi. Jadi ini tahap implementasi. Nah implementasi dari level kami (PPKBLU), minta rekan-rekan dari UMKM Center mengawali. Tapi dana itu harus dikawal untuk menemukan format yang pas," terang Djoko.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP