Lewat Italia, Menlu Retno rayu Uni Eropa cabut larangan ekspor CPO

Rabu, 7 Februari 2018 21:25 Reporter : Ira Astiana
Lewat Italia, Menlu Retno rayu Uni Eropa cabut larangan ekspor CPO Menteri Retno bertemu Menlu Italia. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano guna membahas mengenai kerja sama bilateral antara kedua negara, salah satunya kerja sama ekonomi.

Dia menyebut, Italia merupakan mitra dagang Indonesia terbesar di Uni Eropa, dengan nilai perdagangan mencapai USD 3 miliar per November 2017. Sehingga, dalam rangka perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Italia, sektor ekonomi akan menjadi fokus utama dalam kerja sama ini.

"Kami sepakat untuk mengambil tema UMKM dan ekonomi kreatif, mengingat Indonesia memiliki banyak talenta dari bidang tersebut. Begitu juga dengan Italia," kata Retno di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (7/2).

Selain itu, pihaknya juga membahas terkait masalah ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang masih dilarang oleh Uni Eropa. Dia berharap, dengan kunjungan tersebut, Italia bisa menyampaikan kepada Parlemen Uni Eropa untuk mempertimbangkan pencabutan larangan tersebut.

Dia menegaskan, Indonesia sudah melakukan pendekatan cukup seimbang antara perkembangan ekonomi dan isu lingkungan. "Italia merupakan negara terpenting dan negara tujuan ekspor ketiga bagi sawit Indonesia ke Eropa. Sehingga kelapa sawit kita juga memiliki kontribusi pada perekonomian Italia," jelasnya.

Diketahui, Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi oleh Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano dalam rangkaian kunjungan kerja di Asia Tenggara kali ini.

Sebelumnya, Parlemen Eropa dalam voting tanggal 18 Januari menyetujui proposal Undang-Undang energi terbarukan di dalamnya termasuk melarang penggunaan minyak sawit untuk biodiesel mulai tahun 2021.

Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad mengatakan, larangan minyak sawit sebagai biodiesel di Eropa ini akan berdampak pada Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia dan para petani sawit Indonesia akan terkena dampak sangat serius.

"Pelarangan minyak sawit untuk biodiesel di Eropa sama dengan kejahatan sistematis untuk membunuh 5,3 juta petani Indonesia yang hidupnya tergantung dari kelapa sawit," ungkapnya di Jakarta, Jumat (26/1). [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini