Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan Jambi, Rocky Candra, secara resmi meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) untuk meningkatkan alokasi jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Jambi. Permintaan ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI bersama Kemen ESDM pada Kamis (22/1) lalu. Menurut Rocky, alokasi jargas yang minim telah menimbulkan berbagai persoalan di tengah masyarakat, termasuk gesekan sosial.
Rocky Candra menyoroti bahwa alokasi jargas untuk Jambi, khususnya Kota Jambi, merupakan yang paling sedikit dibandingkan daerah lain. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan yang signifikan di tingkat rukun tetangga (RT). Situasi tersebut memicu kecemburuan sosial dan bahkan konflik antarwarga yang berebut akses terhadap fasilitas jargas.
Keterbatasan akses terhadap jargas ini menjadi perhatian serius bagi legislator tersebut, mengingat dampak negatifnya terhadap keharmonisan sosial. Oleh karena itu, penambahan kuota jargas dianggap krusial untuk meredakan ketegangan di masyarakat dan memastikan pemerataan akses energi. Permintaan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
Advertisement
Advertisement
Kesenjangan Alokasi Jargas Picu Konflik Sosial
Keterbatasan alokasi jaringan gas rumah tangga di Kota Jambi telah menciptakan masalah sosial yang nyata di tengah masyarakat. Rocky Candra mengungkapkan bahwa dalam satu rukun tetangga (RT) yang rata-rata memiliki 100 kepala keluarga, hanya sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan sambungan jaringan gas.
Ketimpangan ini, menurut Rocky, menjadi pemicu utama kecemburuan sosial dan konflik antarwarga. Ia bahkan menyebutkan bahwa situasi ini telah mengakibatkan "gesekan di bawah dan konflik sosial" di lapangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa program jargas, yang seharusnya membawa manfaat, justru menimbulkan masalah jika distribusinya tidak merata.
Persoalan ini menjadi bukti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme alokasi jargas. Penambahan kuota yang proporsional diharapkan dapat mengatasi akar masalah kecemburuan sosial. Dengan begitu, manfaat jargas dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Jambi.
Advertisement
Advertisement
Permintaan Tambahan Kuota Jargas untuk Kota Jambi
Melalui forum rapat kerja tersebut, Rocky Candra secara resmi mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk menambah kuota jaringan gas bagi Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi. Ia secara spesifik meminta penambahan sebanyak 100 ribu sambungan jargas.
Tidak hanya dari pihak legislatif, Pemerintah Kota Jambi juga terus berupaya untuk menambah sekitar 50.000 sambungan jaringan gas rumah tangga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan program jargas yang terjangkau. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan 13.235 sambungan jaringan distribusi gas bumi rumah tangga beserta infrastruktur pendukung pada tahun 2025. Saat ini, proses pengerjaan jaringan distribusi tersebut masih terus berlangsung. Ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan infrastruktur energi.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif dan Upaya Peningkatan Jaringan Gas
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pelanggan jaringan gas di Kota Jambi hingga saat ini mencapai 13.226 sambungan rumah (SR), dengan 11.025 SR di antaranya telah aktif. Angka ini mencerminkan progres positif dalam penyediaan akses energi.
Kehadiran sambungan jargas ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi daerah. Kontribusinya terlihat pada pengendalian inflasi, pengurangan beban pengeluaran masyarakat, serta penekanan subsidi pemerintah atas gas elpiji 3 kilogram. Manfaat ini secara langsung dirasakan oleh rumah tangga penerima.
Selain itu, program jargas juga berfungsi sebagai stimulus bagi pertumbuhan ekonomi Kota Jambi secara keseluruhan. Dengan energi yang lebih terjangkau dan stabil, sektor rumah tangga dan usaha kecil dapat beroperasi lebih efisien. Oleh karena itu, penambahan alokasi jargas menjadi investasi penting untuk kesejahteraan dan pembangunan daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews