Langkah OJK Cegah Tindak Pencucian Uang di Perusahaan Pergadaian

Jumat, 2 Desember 2022 10:20 Reporter : Siti Ayu Rachma
Langkah OJK Cegah Tindak Pencucian Uang di Perusahaan Pergadaian OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya penerapan Anti-Pencucian Uang dan Pencegahaan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Industri Jasa Keuangan (IJK) khususnya pada perusahaan pergadaian.

Dia menjelaskan, perusahaan pergadaian berpotensi menghadapi risiko menjadi pihak yang dipersangkakan turut terlibat dalam suatu tindak pidana kejahatan penadahan sebagaimana diatur dalam pasal 480 KUHP yakni Pidana dan Program Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) bagi Perusahaan Pegadaian.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan pergadaian untuk memitigasi risiko hukum tersebut, adalah dengan menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) secara memadai," ujar Ogi dalam keterangan resmi, Jumat (2/12).

Sebagaimana yang dimaksud, prosedur Know Your Customer (KYC) dapat dilakukan dengan menerapkan customer due diligence (CDD) dan enhanced due diligence (EDD) terhadap calon nasabah perusahaan pergadaian sebagai bagian dari penerapan program anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) bagi perusahaan pergadaian.

Ogi menyebut dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 yang baru dikeluarkan oleh OJK, pegadaian merupakan industri dengan tingkat literasi masyarakat tertinggi di IKNB yaitu sebesar 40,75 persen hanya berbeda sedikit dari industri perbankan dengan tingkat literasi sebesar 49,93 persen sementara tingkat inklusi pegadaian mencapai 11,18 persen.

"Hal tersebut menggambarkan bahwa industri pegadaian serta produk-produknya sudah dikenal oleh masyarakat luas," terang dia. [idr]

Baca juga:
Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam di RUU PPSK Dinilai Tumpang Tindih
Per 16 November 2022, Penyerapan Anggaran OJK Capai 82,57 Persen
Masyarakat Mulai Paham Soal Industri Jasa Keuangan
OJK: Kinerja Perbankan 2022 Baik, Ditopang Risiko Kredit Menurun
Inklusi Rendah Hingga Banyak Pinjol Ilegal Jadi Tantangan Sektor Jasa Keuangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini