Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Widiyanti Putri Wardhana secara langsung memantau aktivitas wisatawan di Bali selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pelayanan pariwisata berjalan optimal di berbagai destinasi.
Pantauan intensif ini mencakup beragam lokasi strategis, mulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pusat perbelanjaan modern, hingga destinasi wisata keluarga dan situs sejarah budaya. Fokus utama adalah mengamati dinamika kunjungan wisatawan serta kondisi infrastruktur pendukung pariwisata.
Pada Kamis (01/01/2026), Menteri Parekraf memulai kunjungannya di Gianyar, mengawali pemantauan dari pintu gerbang utama Pulau Dewata sebelum bergerak ke berbagai titik keramaian lainnya. Ia juga berdiskusi dengan pemangku kepentingan lokal mengenai tantangan dan peluang sektor pariwisata Bali.
Advertisement
Advertisement
Pantauan Menteri Parekraf Widiyanti Putri Wardhana diawali di Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebuah langkah krusial untuk memastikan kelancaran arus kedatangan dan keberangkatan wisatawan. Dari pemantauan tersebut, diperoleh data positif mengenai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025.
Bandara di Bali Selatan itu tercatat telah mengangkut sebanyak 7,05 juta wisman, menunjukkan daya tarik Bali yang kuat di mata dunia. Setelah bandara, kunjungan berlanjut ke Icon Mall Bali, sebuah destinasi wisata belanja yang terintegrasi apik dengan Pantai Sanur.
Menteri Parekraf menyoroti ramainya Icon Mall dan Pantai Sanur, bahkan mencatat data transaksi program Bina Indonesia Great Sale yang melebihi penjualan bulanan biasa dalam dua minggu terakhir. Kunjungan Menteri Parekraf Bali ini menegaskan bahwa mal kini berfungsi sebagai destinasi wisata dengan beragam atraksi, termasuk pasar kerajinan tangan dan seni.
Advertisement
“Jumlah kunjungan di mal tadi mencapai 40 ribu orang per hari, menegaskan peran mal kini berkembang sebagai destinasi wisata dengan berbagai atraksi, pasar kerajinan tangan dan seni terintegrasi dengan Pantai Sanur yang ramai,” kata Menteri Parekraf Widiyanti.
Advertisement
Rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melanjutkan pemantauan ke kawasan wisata sejarah dan budaya yang ikonik, yaitu Ubud di Gianyar. Di jantung Ubud, Puri Agung Ubud dan Pasar Seni Ubud menjadi tujuan utama kunjungan Menteri Parekraf Bali.
Menteri Parekraf Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Puri Agung Ubud yang luar biasa. Ia menekankan bagaimana Ubud merepresentasikan harmoni antara keindahan alam pedesaan, sawah terasering, hutan, dan air terjun, yang semuanya mendukung aktivitas relaksasi dan penyembuhan.
Selain itu, Ubud juga dikenal karena kekayaan seni dan budaya Bali yang sangat kuat, menjadikannya destinasi yang unik. Di kawasan yang kaya akan sejarah dan arsitektur kerajaan ini, Menteri Parekraf berkesempatan berdiskusi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, serta elemen asosiasi pariwisata setempat.
Advertisement
Diskusi tersebut membahas momen libur Nataru serta kondisi pariwisata Bali sepanjang tahun sebelumnya, menyoroti isu-isu penting untuk peningkatan kualitas pariwisata Pulau Dewata.
Advertisement
Salah satu persoalan penting yang menjadi fokus diskusi adalah peningkatan kualitas pariwisata Bali secara keseluruhan. Menteri Parekraf menyatakan bahwa para pemangku kepentingan di Bali telah memastikan sejumlah langkah penanganan akan diambil, yang sepenuhnya akan didukung oleh Kemenekraf.
Meskipun demikian, terdapat catatan mengenai penurunan jumlah wisatawan domestik ke Bali, dari 10,1 juta pada tahun 2024 menjadi 9,28 juta sepanjang tahun 2025. Menteri Parekraf Widiyanti menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh distribusi wisatawan domestik yang lebih merata ke berbagai destinasi di Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya peran wisatawan nusantara sebagai kekuatan utama pariwisata Indonesia dan mengajak pelaku usaha pariwisata untuk terus berkarya. Kemenekraf menargetkan 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara akan tercapai tahun ini, dengan proyeksi 1,2 miliar perjalanan pada tahun 2026.
Advertisement
“Target nasional 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara akan tercapai tahun ini dan kami proyeksikan 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara, perlu saya tekankan wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Sumber: AntaraNews