Kontrak Kerja Sama Usaha Besar dan UMKM Ditargetkan Capai Rp5 T di 2022

Minggu, 19 Desember 2021 10:05 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kontrak Kerja Sama Usaha Besar dan UMKM Ditargetkan Capai Rp5 T di 2022 Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Investasi/BKPM menargetkan nilai kontrak kemitraan Usaha Besar dengan UMKM tahun mencapai Rp5 triliun di 2022. Angka ini lebih tingi dari nilai kontrak kerja sama pada tahun ini hanya sebesar Rp2,73 triliun.

"Target kita tahun 2022, minimal Rp5 triliun," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, di Bali, Nusa Dua, Minggu (19/12).

Sepanjang 2021, BKPM telah berhasil memfasilitasi 89 PMA/PMDN dan 383 UMKM dari seluruh wilayah Indonesia yang berpartisipasi pada program kemitraan antara Usaha Besar dan UMKM. Komitmen tersebut mencatat nilai kontrak kerja sama sebesar Rp2,73 triliun, dimana capaian tersebut naik 82 persen dibandingkan tahun 2020 lalu sebesar Rp1,5 triliun.

Bahlil menyampaikan, bahwa program kolaborasi ini merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan dalam rangkan menciptakan dunia usaha baru di daerah-daerah dan meningkatkan kualitas serta daya saing UMKM.

"UMKM harus didorong melakukan kolaborasi. Kalau tidak diberikan kesempatan, susah untuk “naik kelas”. Jangan berpikir kualitas mereka tidak mampu. Kewajiban kita lah untuk membina mereka," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Ciptakan Pelaku Usaha Lewat OSS

Dia juga menjelaskan, bahwa pemerintah telah membuka kesempatan dalam rangka menciptakan pelaku usaha baru di daerah, yaitu melalui kemudahan perizinan investasi dengan adanya sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko dan akses kolaborasi UMKM dengan investor besar baik PMA maupun PMDN.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa kolaborasi yang terjalin harus berdampak positif dan menguntungkan kedua belah pihak.

"Kepada teman-teman UMKM, kerjanya harus profesional. Ini kesempatan membangun akses pasar internasional. Dulu saya di Papua, susah dapat akses pasar Jakarta. Sekarang kalian sudah dapat akses kolaborasi. Harus dimanfaatkan," ucap Bahlil.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, jika dibandingkan dengan data tahun 2020 lalu, jumlah PMA/PMDN naik sebesar 59 persen dari yang sebelumnya hanya 56 menjadi 89 usaha besar PMA/PMDN. Sedangkan untuk total UMKM meningkat 99 persen, yaitu dari 196 menjadi 383 UMKM yang melakukan komitmen kerja sama dengan usaha besar PMA/PMDN. [azz]

Baca juga:
Naik 82 Persen, Nilai Kerja Sama Usaha Besar dan UMKM di 2021 Capai Rp 2,73 T
Berani Berubah: Analis Quality Control jadi Pengusaha Roti Abon saat Pandemi
KemenkopUKM Siap Fasilitasi Produk Unggulan RI Tembus Pasar Australia
Jokowi Beli Jaket Rp350 Ribu dan Iriana Batik Rp900 Ribu di Bandara Ngloram Blora
Cara Cek dan Syarat Lengkap untuk Dapat Bantuan BLT UMKM Rp1,2 Juta
UKM Sektor Makanan & Minuman RI Segera Rambah Pasar Singapura dan Malaysia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini