Komisi VII Sepakat Subsidi Solar di RAPBN 2020 Turun Rp500 per Liter

Rabu, 28 Agustus 2019 16:52 Reporter : Merdeka
Komisi VII Sepakat Subsidi Solar di RAPBN 2020 Turun Rp500 per Liter Menteri ESDM Ignasius Jonan. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menyusun asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Salah satu putusannya ialah penurunan subsidi Solar tahun depan sebesar Rp500 menjadi Rp1.500 per liter.

"Kita sepakat subsidi solar ditetapkan Rp1.500 per liter," tutur pimpinan rapat Komisi VII DPR, Ridwan Hisjam, sambil mengetuk palu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/8).

Penurunan dimaksudkan untuk mengalihkan dana subsidi ke sektor yang lebih produktif. Selain itu, didukung perkiraan penurunan harga minyak dunia.

"Yang penting subsidi terbatas solar dalam nota keuangan Rp1.000. Ini dua asumsi harga minyak turun sekarang sudah turun. Kedua kita kurangi subsidi supaya dananya lebih tepat sasaran," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

‎Menteri Jonan pun menyebut ada potensi kenaikan harga solar subsidi sebesar Rp1.000 per liter dari harga saat ini Rp5.150 per liter, jika subsidi dikurangi menjadi Rp1.000 per liter dengan harga minyak mentah seperti saat ini di level USD 59 per barel.

"Tidak ada yang bisa tau harga minyak mentah di tahun depan, kalau seperti sekarang sedikit di bawah USD 60 per barel, itu ada kecenderungan harganya berpotensi naik seribu dari Rp5.150 per liter,"‎ tuturnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini