KNKS Ungkap 3 Opsi Pembentukan Bank Syariah Milik Pelat Merah
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo, menilai saat ini pemerintah harus menyusun rencana pembentukan bank syariah milik negara. Sejauh ini, ada tiga pilihan cara pembentukan yang tengah dikaji.
"Lagi didiskusikan, dibuat studinya agar matang, bentuknya seperti apa. (Bentuknya?) Belum tahu, sedang didiskusikan," kata dia saat ditemui, di Jakarta, Selasa (26/3).
"Saat ini kami masih berdiskusi dengan empat bank syariah milik bank BUMN," lanjut dia.
Meski begitu, Ventje mengatakan, dalam diskusi, terdapat sejumlah opsi atau pilihan yang bisa ditempuh KNKS terkait bentuk bank syariah pelat merah.
Setiap opsi, kata dia, memiliki aspek plus dan minusnya. Namun dia tidak menjelaskan secara terperinci terkait pertimbangan plus minus dalam setiap opsi.
"(Opsi pertama) empat masih bisa berdiri sendiri didorong menjadi besar. Ada lebih kurang (plus minus) masing-masing (opsi)," ungkapnya.
Kedua, keempat bank syariah BUMN tersebut bakal dilebur menjadi satu bank. Dan terakhir membentuk bank syariah baru yang berskala besar.
Diketahui, bank syariah pelat merah sejatinya ditargetkan bisa hadir pada tahun 2020 atau dalam tenggat waktu lima tahun setelah Masterplan Aksi Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) dirilis pada 2015 lalu.
"(Bank syariah BUMN) Tidak bisa terburu-buru juga karena, meskipun masterplan-nya sudah ada sejak 2015 kami (KNKS) baru dilantik pada 2019 awal," tandas Ventje.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya