Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menarik perhatian investor dengan meraup minat investasi dan kemitraan usaha. Nilai fantastis mencapai Rp1,60 triliun tercatat dalam rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas). Ini menunjukkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Minat investasi ini terhimpun melalui kegiatan Investment and Business Matching yang mempertemukan investor domestik dan internasional. Pertemuan tatap muka langsung ini menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha untuk menjalin kemitraan. KKP menawarkan 36 proyek senilai Rp3,02 triliun dalam forum tersebut.
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menyatakan bahwa capaian ini merupakan sekitar 50 persen dari total potensi investasi yang ditawarkan. Keberhasilan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi. Serta memperkuat kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap ekonomi nasional.
Advertisement
Advertisement
Proyek Unggulan dan Potensi Minat Investasi KKP
Dalam forum Investment and Business Matching, KKP secara aktif menawarkan 36 proyek strategis dengan total nilai mencapai Rp3,02 triliun. Proyek-proyek ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan di berbagai daerah. Ini termasuk pembangunan industri pengolahan ikan tuna dan udang di Cilacap.
Selain itu, KKP juga menyoroti kebutuhan fasilitas logistik rantai dingin di Kabupaten Cilacap untuk mendukung distribusi hasil perikanan. Proyek lain yang menarik minat investasi adalah pembangunan pabrik garam industri di Jeneponto. Serta fasilitas pengolahan hasil perikanan dan pusat logistik di Kawasan Industri Bolok, NTT.
Plt. Dirjen PDSPKP, Machmud, menjelaskan antusiasme investor terhadap penawaran proyek-proyek tersebut. "Kami fasilitasi pelaku usaha untuk one on one meeting, dan alhamdulillah terjaring minat investasi dan kemitraan senilai Rp1,6 triliun, sekitar 50 persen dari potensi investasi yang ditawarkan di forum," ungkap Machmud. Capaian minat investasi KKP ini menunjukkan kepercayaan pasar.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Target Ekonomi Biru
Machmud menegaskan bahwa KKP terus menyiapkan program-program unggulan guna mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Fokus utamanya adalah mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian ekonomi melalui kebijakan ekonomi biru. Ekonomi biru dianggap sebagai pilar penting bagi keberlanjutan sumber daya perikanan.
Untuk mencapai target investasi sektor kelautan dan perikanan tahun 2025 sebesar Rp13,11 triliun, KKP akan memberikan pendampingan intensif. Pendampingan ini ditujukan bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi. Koordinasi dengan pemerintah daerah di lokasi rencana investasi juga akan diperkuat.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung realisasi investasi ini dengan berbagai kemudahan. Dukungan tersebut meliputi kemudahan perizinan, insentif, jaminan keamanan, stabilitas politik, konektivitas, hingga penyediaan tenaga kerja terampil. Penguatan ini diperkuat melalui terbitnya PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Advertisement
"Pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan," ujar Machmud. "Karenanya kami mengajak pelaku usaha untuk menjadi bagian dari pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan turut berinvestasi." Pernyataan ini menegaskan ajakan KKP kepada investor untuk berkontribusi pada sektor strategis ini.
Advertisement
Antusiasme Peserta dan Peluang Sektor Kelautan
Kegiatan Investment and Business Matching Harkannas ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal KKP, Komjen Pol Rudy Herianto Adi Nugroho. Acara ini menarik perhatian banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Total 351 peserta hadir secara luring, menunjukkan minat yang tinggi terhadap sektor ini.
Selain itu, partisipasi daring juga sangat signifikan, dengan 1.395 peserta mengikuti melalui Zoom dan kanal YouTube KKP serta Ditjen PDSPKP. Kehadiran perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Irak, Denmark, Kepulauan Solomon, dan Taipei Economic and Trade Office semakin memperkuat jangkauan internasional acara ini. Sejumlah calon investor asal Tiongkok juga turut hadir, menunjukkan potensi kerja sama global.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan bahwa peluang usaha di sektor kelautan dan perikanan masih sangat besar. Beliau mendorong masyarakat dan pelaku industri untuk tidak ragu berkarya. Serta mengembangkan usaha di sektor strategis tersebut demi kemajuan bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews