Kisah Sukses Romesh, Punya Uang Rp35.000 dan Kini Kekayaannya Tembus Rp50 Triliun

Senin, 17 Januari 2022 07:00 Reporter : Merdeka
Kisah Sukses Romesh, Punya Uang Rp35.000 dan Kini Kekayaannya Tembus Rp50 Triliun Ilustrasi orang kaya. ©Giphy

Merdeka.com - Cerita pengusaha teknologi sekaligus miliuner, Romesh Wadhwani bisa menjadi inspirasi banyak orang. Dia pernah hanya mempunyai uang USD 2,5 atau sekitar Rp35.000 dalam kantongnya. Kini, kekayaannya mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp50 triliun.

Wadhwani merupakan seorang miliuner lulusan Universitas Carnegie Mellon dengan gelar Ph.D. Ketika datang ke AS untuk meraih gelar Ph.D di Carnegie Mellon, Wadhwani mengenang kondisi mengenaskan, di mana dia hanya mengantongi uang kurang dari USD 2,50 di sakunya.

"Mahasiswa asing seperti saya masih dipandang sebagai individu yang selalu ingin tahu," kata miliuner India-Amerika Serikat kepada Forbes dalam sebuah wawancara video.

"Itu bukan perjalanan yang mudah. Saya telah melewati ratusan rintangan dalam karir dan bisnis saya," ungkapnya.

Pantang menyerah, Wadhwani mulai mengumpulkan kekayaannya ketika dia menjual perusahaan perangkat lunak, B2B Aspect Development seharga USD 9,3 miliar dalam bentuk saham ke i2 Technologies pada tahun 1999.

Kemudian, dia membangun perusahaan ekuitas swasta, Symphony Technology Group menjadi portofolio pembangkit tenaga listrik.

Namun di tahun 2017, setelah mengundurkan diri sebagai CEO Symphony Technology Group dan pada usia pensiun, dia memutuskan untuk memulai SymphonyAI yang berbasis di Los Altos, California.

Pada saat itu, terobosan dalam komputasi dan kumpulan data yang sangat besar telah mendorong ide untuk membentuk startup dan aplikasi kecerdasan buatan.

Wadhwani secara terbuka berkomitmen untuk menginvestasikan uang sebesar USD 1 miliar dari kekayaannya sendiri untuk meningkatkan skala bisnis, meskipun ia belum memasukkan dana sebanyak itu.

Wadhwani mengatakan bahwa pendapatan SymphonyAI tahun lalu mencapai USD 220 juta (dengan ConcertAI menambahkan keuntungan lagi USD 130 juta) dan diperkirakan akan mencapai USD 300 juta tahun ini - dengan pendapatan USD 200 juta lagi untuk ConcertAI.

"Perusahaan yang bergerak dalam pemanfaatan Kecerdasan Buatan masih dalam masa pertumbuhan," kata Wadhwani.

2 dari 2 halaman

Mengundurkan Diri

Belum lama ini, Romesh Wadhwani, mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan yang bergerak di pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI), SymphonyAI.

Posisi CEO di SymphonyAI, akan digantikan oleh Sanjay Dhawan, yang merupakan CEO perusahaan AI otomotif, Cerence hingga bulan lalu.

Wadhwani (74) yang akan tetap menjadi Kepala SymphonyAI, mengatakan bahwa pergeseran di puncak membatasi serangkaian perubahan manajemen, termasuk CFO baru dan CTO baru datang sebagai bagian dari pertimbangan untuk penawaran umum potensial di masa depan.

"Secara langsung, kemunculan perusahaan di publik itu adalah peluang yang ingin kami pertimbangkan, 18 bulan, 24 bulan dari sekarang," kata Romesh Wadhwani, yang juga ketua ConcertAI," dilansir dari laman Forbes.

"Banyak tergantung pada kondisi pasar. Ini adalah kesempatan yang ingin kami pertimbangkan dan siapkan," imbuhnya.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Berani Berubah: Drummer Band Bikin Layanan Service Sepeda
Momen Jenderal Andika Bersimpuh & Menangis, Sosok di Hadapan Bukan Orang Sembarangan
Kisah Pengusaha Ayam Potong Bangkrut Balik ke Titik Nol Lalu Kena Tipu, Kini Sukses
Jualan Online, Pria di Bogor Kantongi Rp50 Juta per Bulan dari Usaha Ketoprak
Pasangan Serasi dan Setia Sejak SMP, Dampingi Sampai Jadi Polisi
Catat Cara Atur Keuangan ala Li Ka-Shing, Salah Satu Orang Terkaya Asia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini