Kisah Ragil dari punya 8 kambing hingga 30 & buat produk olahan

Rabu, 28 September 2016 17:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Kisah Ragil dari punya 8 kambing hingga 30 & buat produk olahan Ragil. Istimewa©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sukses bisa datang kepada siapa saja yang mau berusaha. Usaha apa saja bisa menghasilkan pundi-pundi fulus jika digarap dengan serius dan didukung dengan permodalan. Salah satunya usaha peternakan Kambing Etawa yang digarap Ragil Bambang Sumantri (34) bersama istrinya Nurul Azizah.

Bermodalkan tekad dan dana yang tidak banyak, mereka memulai usaha pada 2006 silam. Mereka membeli 8 ekor Kambing Etawa untuk selanjutnya dikembangkan. Kambingnya makin berkembang setelah setahun kemudian Ragil membentuk Kelompok Tani Ternak (KTT) Margo Mulyo.

Untuk mengembangkan usahanya, Ragil dan 25 anggota kelompok ternak Margo Mulyo menjalin kemitraan dengan PT Semen Indonesia. Pinjaman lunak yang digelontorkan PT Semen Indonesia sebesar Rp 25 juta. Modal ini diolah dengan sangat baik untuk pengembangan sentra ternak Kambing Etawa di Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Rembang, Jawa Tengah.

"Saat ini, di KTT Margomulyo total ada 223 ekor kambing. Punya saya pribadi ada sekitar 60 ekor kambing. Kami akan terus mencoba mengembangkan semua potensi bisnis dari ternak Kambing Etawa ini, kami juga berharap kemitraan dengan Semen Indonesia dapat terus terjalin melalui penguatan modal usaha," katanya dalam keterangan yang diterima merdeka.com di Jakarta, Rabu (28/9).

Tak berhenti di situ, Ragil, Istrinya serta anggota KTT juga sukses mengembangkan produk olahan berbahan susu kambing murni. Berbagai produk yang saat ini sudah cukup moncer di beberapa kota antara lain adalah sabun susu etawa, susu murni etawa, susu rasa etawa, yoghurt serta masker susu etawa. Produk tersebut dipasarkan ke beberapa kota di Jawa dan luar Jawa.

Menurut Ragil yang merupakan lulusan sarjana teknik arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini, meski sekolahnya tidak nyambung dengan disiplin ilmu yang ditimbanya, bukan berarti usaha ternak yang digeluti hanya sekedarnya alias asal-asalan.

Istri Ragil, Nur Azizah menambahkan, untuk pengembangan bisnis dari produknya, saat ini dia sudah mendirikan beberapa agen penjualan di luar kota. Bahkan agen penjualan produk olahan susu itu ada yang sudah berdiri di Palembang, Sumatera Selatan. Saat ini, dia juga mulai melakukan pengembangan melalui pemasaran online. Pemasaran ini sudah mulai berjalan dengan sasaran beberapa kota luar Jawa, seperti Batam.

Kepala Departemen CSR Semen Indonesia, Wahjudi Heru mengatakan, kesuksesan para mitra binaan dalam mengelola usaha yang digelutinya menjadi bukti kesungguhan perusahaan dalam membina para pengusaha kecil. Harapannya, dengan banyaknya mitra binaan yang sukses, maka dapat membuka peluang lapangan kerja baru. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini