Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Pemilik Kopi Kapal Api, Berawal dari Bisnis Rumahan dan Pernah Jadi Kernet Bemo

Kisah Pemilik Kopi Kapal Api, Berawal dari Bisnis Rumahan dan Pernah Jadi Kernet Bemo Pendiri Kopi Kapal Api. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi penikmat kopi, mungkin sangat familiar dengan merk brand yang satu ini, yaitu Kapal Api. Merek tersebut sangat terkenal hingga luar negeri karena ciri khas dengan logo bergambarkan Kapal Api. Namun tak banyak juga yang mengetahui siapa pemilik asli Kapal Api.

Kendati begitu, baru-baru ini dikabarkan, pemilik Kapal Api tersebut bangkrut. Awal mula ada sebanyak 250 pegawai PT Agel Langgeng diminta libur oleh pihak perusahaan dengan alasan mesin yang ada di pabrik itu sedang diperbaiki, sehingga karyawan diminta libur selama 2 minggu.

Tetapi pada awal tahun 2023 karyawan dibuat bingung karena pabrik tersebut tiba-tiba ditutup yang tak ada isi mesin di dalam pabrik. Alhasil karyawan diberhentikan secara sepihak.

Melansir dari berbagai sumber, Soedomo Mergonoto merupakan seorang CEO Kopi Kapal Api yang lahir di Surabaya 3 Juni 1950 dari pasangan Go Soe Loet dan Poo Guan Cuan.

Soedomo merajai pasar kopi kemasan di Indonesia ternyata mengawali bisnis dari usaha rumahan milik orang tua. Cikal bakal usaha Kapal Api dimulai oleh Go Soe Loet, ayah Soedomo pada 1927. Ayah Soedomo memutuskan untuk memberikan nama Kapal Api karena erat dengan kenangan alat transportasi yang digunakan pria asal Fujian, China itu saat berlayar ke Indonesia.

Pada saat itu, Go Soe Loet dan dua saudaranya naik kapal api ke Hindia Belanda tahun 20-an. Di mana dia memulai usaha kopi itu dilakukan di rumahnya yang tidak terlalu besar, hanya berukuran 7 x 70 meter di daerah Pecinan, Surabaya.

Pada tahun 1920-an, sang ayah masih berjualan kopi dengan cara dipanggul. Dia pun berjualan bersama saudaranya memasarkan kopi bubuk yang diberi nama kopi Hap Hoo Tjan.

Melihat ayahnya yang sedari dulu sudah bekerja keras mencari nafkah, Soedomo juga ikut membantu sang ayah berjualan ke Pelabuhan Tanjung Perak dengan menggunakan sepeda ontel miliknya.

Dari situlah Soedomo memahami cara berbisnis kopi dengan ikut terjun membantu sang ayah berjualan. Hari-hari dilewati, Soedomo dikenal sebagai orang yang pantang menyerah. Tak hanya berjualan kopi saja, dia pun pernah bekerja sebagai kernet bemo.

Pada tahun 1978, dirinya mencoba untuk mengiklankan kopi jualannya, namun pada saat itu belum banyak orang yang mengerti tentang iklan, sehingga produknya belum banyak dilirik orang.

Seiring berjalannya waktu, dia pun akhirnya membuat iklan di TV dengan mengajak seorang pelawak untuk mempromosikan kopi kemasannya itu. Hingga akhirnya kopi milik keluarganya semakin dikenal banyak orang.

Perlu diketahui, nama merek yang diambil dalam kemasan kopi itu, berawal dari pengalam keluarga yang memasarkan kopi mereka di pelabuhan. Sedangkan untuk logo yang berbentuk kapal diartikan sebagai harapan baru, semangat juang dan teknologi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP