Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Hardy, Dulunya Pemulung Kini Punya Jasa Modifikasi Mobil Omzet Miliaran Rupiah

Kisah Hardy, Dulunya Pemulung Kini Punya Jasa Modifikasi Mobil Omzet Miliaran Rupiah Jenis modifikasi mobil. Jalopnik.com

Merdeka.com - Dicap sebagai sampah masyarakat, Hardy harus pergi dari kampung halamannya, Blora, Jawa Tengah. Siapa sangka si sampah masyarakat itu menjelma menjadi pebisnis dengan omset miliaran rupiah.

Hardy merupakan pendiri Hardy Classic, jasa modifikasi interior dan eksterior mobil. Kliennya banyak dari artis papan atas seperti Raffi Ahmad dan youtuber Atta Halilintar. Hardy Classic bahkan pernah menangani jasa interior kapal pesiar hingga helikopter.

Sebelum menjajaki usaha ini, Hardy dikenal sebagai remaja yang sangat nakal. Dia bahkan tidak menamatkan pendidikannya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah tidak tahan menampung Hardy yang dikenal nakal.

Di tahun 2007, Hardy memutuskan untuk merantau ke Jakarta karena merasa menjadi beban keluarga. Dengan bekal Rp60.000 yang dia minta dari orang tuanya, Hardy bersama tiga orang berangkat ke Jakarta menggunakan truk pemilik usaha barang rongsok di Jakarta.

Hardy dan tiga rekannya sampai di Jakarta. Dia diturunkan di tempat pembuangan sampah di Menceng, Jakarta Barat. Dengan uang yang terbatas, Hardy dan rekan-rekannya menyambung hidup dari sampah tersebut.

Jadi Pemulung

Mereka menjalani hidup sebagai pemulung dengan sewa gerobak Rp5.000 per hari. Barang rongsok apapun yang menghasilkan uang, akan diangkut Hardy dan rekannya.

Satu waktu rekan Hardy berpisah. Dia sudah menemukan pekerjaan. Tinggal Hardy dan satu rekannya bertahan sebagai pemulung. Hardy kemudian beralih profesi menjadi kenek kuli bangunan. Dia bertugas mengaduk semen. Per hari dia mendapat upah sekitar Rp5.000.

Semakin hari Hardy mulai berpikir mencari kerja dengan upah lebih baik. Dia ditawarkan pekerjaan di sebuah modifikasi jok mobil. Hardy pun menerima tawaran itu dengan gaji Rp300.000 per bulan.

Selama bekerja, dia tekun mempelajari bisnis tersebut. Sang bos dari usaha itu bahkan rutin menaikkan gaji Hardy. Dari gaji awal Rp300.000 menjadi Rp1,6 juta.

Namun, Hardy memutuskan untuk berhenti bekerja. Dia merasa sudah mantap membuka usaha di bidang yang sama. Dia pun mengajukan pengunduran diri kepada bosnya meski bos tersebut hendak menaikkan gaji Hardy menjadi Rp1,8 juta.

Kerja Hardy yang rapih dan memuaskan menjadi modalnya membuka usaha jasa ini. Lambat laun, usahanya berjalan lancar hingga tembus ke kalangan ekonomi elit. Dari usaha ini dia meraup omzet miliaran rupiah per bulannya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP