Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketidakjelasan kebijakan Trump buat Rupiah melemah terhadap Dolar AS

Ketidakjelasan kebijakan Trump buat Rupiah melemah terhadap Dolar AS Donald Trump pemanasan global. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan, gejolak yang terjadi terhadap nilai tukar Rupiah terhadap USD, disebabkan oleh ketidakpastian dari Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump. Sebab, pasar keuangan internasional masih menerka-nerka apakah Trump akan menjalankan kebijakannya seperti yang dikatakan saat kampanye yakni mendorong utang pemerintah untuk menggenjot ekonomi.

"Kalau itu dilakukan maka yang terjadi adalah rate dari bunga surat utang AS akan naik, sebab kalau dorong ekonomi terlalu kencang maka inflasi AS akan naik lebih cepat. Itulah yang memuat rate utang AS meningkat, dan membuat Dolar menguat terhadap mata uang lainnya," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis (24/11).

"Yen Jepang sudah melemah 6 persen, termasuk Eropa dan Asia juga melemah, Amerika Latin juga melemah, termasuk Rupiah. Nah ini sama mata uang asia juga hari ini melemah," tambahnya.

Untuk itu, BI melakukan sejumlah upaya guna menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah. "Kami hari ini ada di pasar valas, kita lakukan lelang beli SBN, dan lelang untuk menambah likuiditas di pasar SWAP, BI hari ini hadir di tiga pasar ya dalam rangka stabilisasi," kata dia.

Kendati demikian, pihaknya meminta masyarakat maupun investor tetap tenang terhadap gejolak nilai tukar Rupiah. Sebab, gejolak tersebut hanya terjadi sementara sampai ada kejelasan atas kebijakan Donald Trump.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP