Kesalnya Menteri Susi banyak pihak ingin revisi aturan perikanan RI
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti heran banyak pihak yang mempermasalahkan tentang Perpres Nomor 3 tahun 2017 tentang rencana aksi percepatan pembangunan industri perikanan nasional. Berbagai pihak menginginkan sektor perikanan di Indonesia bisa jadi ladang berinvestasi untuk bisa mengelola ikan.
"Ini Perpres setiap Minggu ada yang bahas di seminar untuk direvisi. Kalau ngangkut ikan itu namanya bukan investasi, masa ngambil ikan di sini, itu namanya eksploitasi," kata Susi di Gedung BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta, Rabu (24/5).
Susi menginginkan bila ada yang ingin berinvestasi di sektor perikanan cukup dengan membeli ikan dari masyarakat agar pertumbuhan ekonomi berputar. "Bikin pabrik, beli ikan dari masyarakat kita, itu yang benar," kata Susi.
Susi berharap di sisa jabatannya, dia bisa meninggalkan pencapaian yang maksimal untuk Indonesia. Sebab, jabatan sebagai menteri Saat ini merupakan jabatan politik yang bisa selesai kapan saja.
"Saya ingin dalam waktu yang pendek ini meninggalkan sesuatu untuk bangsa ini. Kalau jabatan (menteri) kan, jabatan politik, bisa selesai. Tapi kalau nama, saya tinggalkan policy (kebijakan) berhasil meningkatkan stok ikan tangkap dan PDB perikanan, dan dicatat masyarakat, itulah yang saya punya," jelas Susi.
Dia pun mengaku bangga dengan kemajuan di sektor perikanan yang ada saat ini. Susi mengaku mendapatkan kabar dari gubernur Gorontalo yang mengatakan ikan tangkapan masyarakat besar.
Jenis ikan teri pun sudah ada di Pangandaran yang sebelumnya tidak pernah ada. Namun Susi menegaskan bila nelayan alat tangkap ikan merusak lingkungan harus segera diganti.
"Saya senang Pak gubernur Gorontalo bilang ikannya besar-besar, Pangandaran pun sekarang ikan teri mulai ada, ikan besar mulai masuk, insya Allah nanti akan merata. Tapi tetap, alat tangkapnya yang tidak ramah lingkungan harus diganti," tandasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya