Keren! Bank Mantap Bimbing 50 Wirausaha Pensiunan Jawa Tengah Tembus Pasar Ekspor Global

Bank Mandiri Taspen sukses membina 50 wirausaha pensiunan di Jawa Tengah untuk menembus pasar ekspor, membuka peluang global bagi produk lokal mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Keren! Bank Mantap Bimbing 50 Wirausaha Pensiunan Jawa Tengah Tembus Pasar Ekspor Global
Bank Mandiri Taspen sukses membina 50 wirausaha pensiunan di Jawa Tengah untuk menembus pasar ekspor, membuka peluang global bagi produk lokal mereka. (AntaraNews)

Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan para purna bakti di Indonesia. Sebanyak 50 wirausaha pensiunan di Jawa Tengah kini mendapatkan pembinaan intensif untuk menembus pasar ekspor global.

Program inovatif bernama Mantapreneur Naik Kelas dengan tema "Go Ekspor" ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapabilitas dan jangkauan pemasaran produk-produk lokal. Tujuannya adalah agar produk dari para pensiunan tidak hanya terbatas di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan keterampilan wirausaha yang relevan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para pensiunan. Dengan demikian, mereka dapat terus berkontribusi pada perekonomian nasional melalui peningkatan devisa negara.

Program Mantapreneur Naik Kelas merupakan wujud nyata dukungan Bank Mandiri Taspen terhadap para purna bakti yang memiliki semangat berwirausaha. Pelatihan ini memfokuskan pada peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran untuk pasar global.

Plt Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, menjelaskan bahwa program "Go Ekspor" ini adalah langkah strategis. "Ini adalah program khusus yang kami siapkan untuk para purna bakti yang punya usaha," katanya.

Usaha para partisipan sangat beragam, mencakup kerajinan, mebel, fesyen, batik, tas kulit, hingga berbagai jenis kerajinan tangan. Keberagaman ini menunjukkan potensi besar produk lokal untuk bersaing di pasar internasional.

Melalui pembinaan ini, Bank Mandiri Taspen menargetkan setidaknya separuh dari 50 peserta dapat masuk dalam program "Go Ekspor". Harapannya, produk-produk mereka dapat segera menemukan jalannya ke pasar mancanegara.

Untuk mewujudkan ambisi ekspor ini, Bank Mandiri Taspen menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini sangat krusial dalam membuka akses dan memfasilitasi proses ekspor.

Para wirausaha pensiunan mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi dan lembaga pendukung ekspor. Materi yang diberikan mencakup prosedur ekspor, pembiayaan yang tersedia, serta strategi membangun jaringan pembeli di luar negeri.

Maswar Purnama menambahkan, "Kami bekerja sama dengan Eximbank supaya para mitra kita ini bisa ekspor produk-produknya ke mancanegara. Jadi bisa mendorong devisa juga untuk Indonesia." Fokus materi juga pada pemenuhan standar internasional.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sulaiman, menegaskan komitmen pihaknya. "Kami akan bantu dari sisi pembiayaan, pelatihan, hingga mencarikan buyer dari lima benua," ujarnya. Eximbank sendiri menargetkan 10 persen dari peserta pelatihan dapat benar-benar mengekspor produknya.

Program Mantapreneur Naik Kelas dimulai pada tahun 2023 dengan titik awal di Jakarta, yang kala itu berfokus pada peningkatan kapabilitas dasar bagi 50 peserta. Kesuksesan awal ini menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut.

Pada tahun 2024, program dilanjutkan di Surabaya dan Bandung dengan tema "Go Digital", menjangkau sekitar 100 peserta. Mereka berasal dari berbagai sektor usaha seperti kerajinan, kuliner, dan fesyen, menunjukkan adaptasi program terhadap kebutuhan pasar.

Bank Mandiri Taspen mencatat bahwa saat ini sudah ada 1.000 Mantapreneur yang memiliki usaha sendiri dan aktif memasarkan produk mereka secara digital. Angka ini menunjukkan dampak positif dan keberlanjutan program dalam mendorong kemandirian ekonomi pensiunan.

Inisiatif ini tidak hanya memberdayakan individu tetapi juga memperkuat sektor UMKM nasional. Dengan demikian, para wirausaha pensiunan dapat terus produktif dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi