Kemenhub Beri Perhatian Lebih Pada Sriwijaya Usai Bercerai dengan Garuda Indonesia

Minggu, 10 November 2019 20:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kemenhub Beri Perhatian Lebih Pada Sriwijaya Usai Bercerai dengan Garuda Indonesia Sriwijaya Air. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memantau langsung dan terpenuhinya aspek 3S+1C (safety, security, services dan compliance) dalam operasional penerbangan Sriwijaya Air. Pengawasan ini dilakukan usai Sriwijaya Air membuat keputusan menghentikan kerjasama manajemen (KSM) dengan PT Garuda Indonesia Group.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti memastikan bahwa kontijensi plan dan mitigasi terhadap operasional penerbangan Sriwijaya Air berjalan dengan optimal, sehingga pelayanan kepada konsumen dapat dilaksanakan dengan baik.

"Sriwijaya Air dan Nam Air wajib menjaga airworthiness dan safe for operation seluruh pesawat yang dioperasionalkan " kata Polana dalam keterangan resminya, Minggu (10/11).

Saat ini jumlah pesawat Sriwijaya air yang beroperasi sebanyak 11 pesawat dengan 32 rute yang dilayani.

Polana menambahkan bahwa Ditjen Hubud terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap operator penerbangan Sriwijaya Air dan Nam Air melalui inspektur penerbangan baik dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara.

"Hal untuk memastikan bahwa 3S + 1C terpenuhi dan pengguna jasa angkutan udara dapat terlayani dengan baik," ujarnya.

Selain itu, Sriwijaya Air dan Nam Air harus memastikan bahwa tetap akan memberikan kualitas pelayanan dalam memenuhi kewajiban kepada pengguna jasa sesuai dengan SOP yang disampaikan kepada Ditjen Hubud.

"Juga memastikan bahwa telah melakukan kontrak kerjasama dengan pendukung operasional penerbangan untuk menjaga keselamatan penerbangan," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Sriwijaya Air Rombak Direksi

Sriwjaya Air Group merombak susunan direksi seiring dengan berakhirnya masa transisi terkait kerja sama dengan Garuda Indonesia Group. Sriwijaya Air Group memutuskan untuk melanjutkan bisnis sendiri.

Dalam Surat Keputusan yang ditandatangani pemegang saham Hendry Lie menyatakan pengangkatan Jefferson Irwin Jauwena sebagai Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Didi Iswandy sebagai Direktur Operasional, Cecep Cahyana sebagai Direktur Quality, Safety & Security dan Dwi Iswantoro sebagai Direktur Teknik per 7 November 2019.

"Surat Keputusan ini berlaku terhitung sejak ditandatanganinya Surat Keputusan ini. Dengan ketentuan hal-hal yang dianggap perlu dan belum diatur dalam Surat Keputusan ini akan diputuskan kemudian. Apabila terdapat kekeliruan terhadap ketentuan da nisi dari Surat Keputusan ini akan dilakukan perubahan seperlunya," tulis dalam surat tersebut.

Sriwijaya Air Group juga memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan dari Garuda Indonesia Group seiring dengan telah berakhirnya masa transisi kerja sama per 31 Oktober 2019.

"Sehubungan dengan telah berakhirnya masa transisi terkait kerja sama antara Garuda Indonesia Group dengan pemegang saham PT Sriwijaya Air Group pada tanggal 31 Oktober 2019, dan atas pertimbangan dari para pemegang saham dan dewan komisaris PT Sriwijaya Air, maka dengan ini manajemen PT Sriwijaya Air (Group) memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan, dalam surat nomor 018/EXT/DH/SJ/XI/2019 yang ditandatangani oleh Direktur Legal dan Sumber Daya Manusia PT Sriwijaya Air Anthony Ralmond Tampubolon.

Terdapat 11 nama karyawan Garuda Indonesia yang dikembalikan baik setingkat jabatan vice president maupun senior manager terhitung sejak 7 November 2019.

Nama-nama tersebut, di antaranya Raisal Akbar sebagai VP Revenue Management, Lilik Yulianto Nugroho sebagai VP Network, Sukarya Sastrodinoyo sebagai VP Engineering, Quality & Technical Service, Ferdian sebagai VP Distribution Channel, Digital Business & Cargo, Agus Dewanta SM Cargo, Dodhi Jatnika Adhi VP Service Planning and Delivery, Setyo Adi Raharjo VP Information Technology, Amala Vesta Widaranti sebagai VP Marketing & Loyalty, Tres Budiantoro sebagai PMO Centralized Flight Dispatch, Dewi Handayani SM Cabin Service, Standard & Development dan Elisabeth Enny K sebagai Advisor di Direktorat Keuangan. [idr]

Baca juga:
Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Sriwijaya Air Berjalan Baik
Sering Terlibat Konflik, Astindo Kurangi Penjualan Tiket Sriwijaya
Kemenhub Awasi Ketat Operasional Penerbangan Sriwijaya Air Group
Sriwijaya Air Pastikan Penumpang Dapat Kompensasi Pembatalan Penerbangan
Pisah dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Rombak Direksi
Yusril Ihza Mahendra Beberkan Penyebab Pecah Kongsi Sriwijaya Air-Garuda Indonesia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini