Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenhub akan sederhanakan empat izin dunia penerbangan

Kemenhub akan sederhanakan empat izin dunia penerbangan pesawat. shutterstock

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan menyederhanakan empat peraturan di bidang penerbangan yang selama ini dinilai mengakibatkan beban ekonomi, baik bagi operator maupun bagi pengguna jasa penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo mengatakan, pemerintah akan menderegulasi peraturan-peraturan yang dapat membawa pengaruh negatif pada dunia usaha dan investasi.

"Kami juga akan meniadakan birokrasi yang berbelit-belit dan overlapping (terlampau sulit) yang menyebabkan beban ekonomi tinggi bagi operator maupun pengguna jasa," katanya seperti ditulis Antara, Jumat (28/10).

Deregulasi di bidang penerbangan tersebut juga untuk mendorong dan meningkatkan peran swasta atau pemangku kepentingan dalam pelayanan dan konektivitas transportasi udara yang efektif dan efisien. Hal ini sekaligus dalam rangka membangun penerbangan sipil Indonesia yang lebih baik.

Empat peraturan yang akan diregulasi, di antaranya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 45 Tahun 2015 tentang Persyaratan Kepemilikan Modal Badan Usaha di Bidang Transportasi.

Kedua, Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 160 tahun 2015 tentang Peremajaan Pesawat Angkutan Udara sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 7 tahun 2016.

Peraturan Menteri Perhubungan No. 64 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan No.KM 57 Tahun 2010 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 141 (CASR Part 141) tentang Persyaratan Sertifikasi Dan Operasi Untuk Sekolah Penerbang.

Keempat, Peraturan Menteri Perhubungan No.174 tahun 2015 (GSE) tentang Pembatasan Usia Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara (Ground Support Equipment/GSE) Dan Kendaraan Operasional Yang Beroperasi di Sisi Udara sebagaimana diubah terakhir dengan PM 91 Tahun 2016.

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah juga akan membangun infrastruktur prioritas khususnya bandar udara secara adil dan proporsional.

"Dengan menitikberatkan pada daerah terjauh, terluar, terdalam, perbatasan negara dan rawan bencana. Bandara yang dibangun di wilayah perbatasan diharapkan dapat menciptakan pemerataan dan menggerakkan perekonomian," katanya.

Untuk meningkatkan konektivitas, Suprasetyo akan meningkatkan peran bandara Hub (pengumpul) dan Spoke (pengumpan) yang diharapkan dapat membuka rute-rute baru sehingga menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saat ini telah diadakan angkutan barang khusus kargo dengan rute perintis di wilayah Indonesia Bagian Timur khususnya di Papua dan Papua Barat serta Kalimantan," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP