Kemendag Nilai Perlu Ada Transformasi Bisnis Jaga Harga Ayam Selalu Terjangkau

Rabu, 3 Maret 2021 13:39 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kemendag Nilai Perlu Ada Transformasi Bisnis Jaga Harga Ayam Selalu Terjangkau harga daging ayam dan telur ayam naik. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga menekankan pentingnya dalam menjaga perdagangan di sektor perunggasan, khususnya ayam agar tetap menguntungkan pelaku dan masyarakat pada umumnya. Bagi pelaku usaha, ekosistem di sektor ini lebih menjanjikan sehingga semua pelaku usaha bisa menikmati keuntungan yang wajar.

"Sedangkan bagi masyarakat diharapkan bisa menjamin ketersediaan dengan harga yang terjangkau," kata dia di Jakarta, Rabu (3/3).

Dia memandang, untuk menjaga sektor perunggasan perlu ada pembaharuan dan transformasi baik di sisi supply chain maupun dalam hal konsumsi. Dalam sisi supply chain, harus ada transformasi agar produk perunggasan Indonesia bisa lebih efisien dan kompetitif. Sebab sebagai bagian dari sistem perdagangan global yang terbuka, Indonesia harus selalu siap untuk bersaing dengan negara lain.

"Menurut saya, tren usaha di sektor perunggasan menuju ke arah yang lebih integrative dari hulu hingga hilir. Sistem yang terintegrasi ini memungkinkan efisiensi dari sisi produksi dan perdagangan sehingga masyarakat bisa menikmati harga yang lebih kompetitif," katanya.

Dalam rangka tranformasi itu, pelaku usaha perunggasan khususnya peternak dan pedagang kecil perlu diberikan peran yang sesuai. Selain itu, diperlukan sistem logistik yang baik untuk mendukung pembaharuan di sektor perunggasan ini.

2 dari 2 halaman

Luncurkan Sistem Resi Gudang

resi gudang

Maka dari itu, Kemendag telah meluncurkan Sistem Resi Gudang (SRG) termasuk di sektor perunggasan. Hal ini dibuktikan dengan peresmian SRG untuk ayam di Cianjur beberapa waktu lalu. SRG ini menopang perdagangan ayam potong untuk daerah Cianjur, Bogor dan sekitarnya.

Di samping itu, dia juga menyoroti penyempurnaan sistem logistik perunggasan dengan penyediaan data yang lebih integratif yang bisa menjadi rujukan antar Kementerian dan Lembaga. Jerry menilai data ini penting sebagai dasar pembuatan kebijakan. Selain itu, data yang terpercaya dan integratif akan mendukung pelaku usaha untuk menentukan system produksi dan perdagangan mereka.

Di sisi konsumsi, Wamendag menilai perlu upaya agar konsumsi unggas di masyarakat terus dikampanyekan. Hal ini untuk mencapai konsumsi per kapita yang ideal. Sebab, daging ayam termasuk salah satu penopang gizi masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan pasar unggas Indonesia yang terus membesar bisa memberikan insentif bagi pelaku usaha.

"Pasar Indonesia yang besar harus dimanfaatkan, tentu dengan titik tekan bahwa UMKM di bidang ini dan masyarakat pada umumnya juga mendapat manfaat yang besar pula," katanya.

[bim]

Baca juga:
Harga Ayam Potong Tetap Stabil
Harga Telur dan Daging Ayam Turun Sumbang Deflasi September 2020
Dampak Buruk Sering Konsumsi Kulit Ayam, Perhatikan Jumlah Takarannya
China Temukan Sayap Ayam Impor dari Brasil Terpapar Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini