Kemendag arahkan importir datangkan kurma dan minyak zaitun dari Palestina

Senin, 6 Agustus 2018 19:50 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kemendag arahkan importir datangkan kurma dan minyak zaitun dari Palestina kurma. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia memberi kemudahan dalam bidang perdagangan kepada Pemerintah Palestina. Kemudahan tersebut berupa bea masuk 0 (nol) persen bagi komoditi asal Palestina. Aturan tersebut akan terealisasi pada September mendatang.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo mengatakan, implementasi kelonggaran tersebut baru bisa terealisasi jika sudah terbit Peraturan Menteri Keuangan.

"Kita berikan kelonggaran 0 persen setelah penandatanganan ini, satu bulan terbit Permenkeu-nya. Diharapkan bulan September sudah diimplementasikan," kata Iman di kantornya, Senin (6/8).

Saat ini, baru dua komoditi yang dibebaskan bea masuk yaitu minyak zaitun untuk konsumsi dan kosmetik dan kurma.

"Diperjanjikan 1 HS untuk ke buah kurma mau yang fresh maupun dry. Dan minyak zaitun ada dua HS. Total tiga HS, dua produk," ujarnya.

Dengan adanya perjanjian perdagangan tersebut, Dirjen Iman memperkirakan impor kurma dari Palestina akan tumbuh sekitar 11,62 persen dalam kurun waktu 1 tahun. Namun, angka tersebut bisa terlampaui jika pihak Palestina mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.

"Tergantung mereka bagaimana mereka memanfaatkan ini. Tapi kalau hitung-hitung kita kalau 1 tahun implementasi maka untuk 1 tahun itu peningkatannya untuk kurma 11,62 persen. Jadi September tahun depan kita harap bisa meningkat 11,62 persen kenaikannya."

Sementara itu, untuk impor minyak zaitun diperkirakan akan tumbuh pesat mengingat kebutuhan Indonesia akan komoditi tersebut cukup tinggi. "Minyak zaitun ini agak besar karena kita perlu untuk industri kosmetik selain food sector. Itu kenaikannya kita perkirakan capai 172 persen dalam satu tahun implementasi."

Saat ini Indonesia juga mengimpor minyak zaitun dari beberapa negara lain. Namun dengan adanya kerja sama ini, para importir akan diarahkan untuk mengambil barang dari Palestina.

"Jadi sebetulnya kita juga impor minyak zaitun dari negara lain, tetapi tentunya kita akan imbau para importir kita penggunanya juga untuk mulai melihat Palestina, apalagi sekarang ada zero tarif untuk masuk ke Indonesia, jadi semacam insentif juga."

Kendati diberi kelonggaran, Dirjen Iman menegaskan kemendag tetap akan berhati-hati melakukan impor yaitu dengan tetap menerapkan Sanitary and Phytosanitary (SPS) untuk memastikan kualitas tersebut aman dan terjamin. Hal tersebut juga tertuang dalam perjanjian dagang antar kedua negara.

"Itu ada ketentuan mengenai SPS, jadi tetap akan dipastikan itu aman di konsumsi, jadi ketentuan yang basic itu sifatnya itu akan tetap di berlakukan. Dan sekali lagi Palestina enggak cuma eskpor ke Indonesia, sudah kemana - mana juga." [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini