Pada awal tahun 2026, Pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kedatangan tamu istimewa. Kapal pesiar mewah Ovation Of The Seas berlabuh membawa 4.684 wisatawan mancanegara. Kedatangan ini menjadi angin segar bagi perekonomian lokal NTB.
Para pelaku wisata di NTB, mulai dari biro perjalanan, pemandu wisata, hingga pelaku UMKM, merasakan dampak positif yang signifikan. Mereka bersyukur atas rezeki yang dibawa oleh ribuan turis internasional tersebut. Kedatangan kapal ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Kapal pesiar berbendera Bahama milik Royal Caribbean ini tiba pada Jumat pagi dan bersandar hingga malam hari. Wisatawan yang berasal dari Eropa, Australia, India, dan Asia ini disambut dengan meriah oleh musik tradisional Gendang Beleq, menunjukkan keramahan budaya lokal Lombok.
Advertisement
Advertisement
Rezeki Nomplok Bagi Pemandu Wisata Lokal
Kehadiran kapal pesiar Ovation Of The Seas di Gili Mas disambut antusias oleh para pemandu wisata lokal. Ketua Pemandu Lokal Gili Mas, Firman, mengungkapkan rasa syukurnya atas berkah ekonomi yang dibawa oleh kedatangan kapal ini. Hal ini sangat membantu masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.
Firman menjelaskan bahwa dampak positif ini terasa langsung oleh para gaet, sopir travel, dan pelaku UMKM di sekitar pelabuhan. Ia berharap kedatangan kapal pesiar seperti ini dapat berlangsung sepanjang tahun, layaknya destinasi wisata populer lainnya. Keinginan ini mencerminkan potensi besar pariwisata bahari di NTB.
Kemampuan bahasa pemandu lokal juga menjadi nilai tambah yang krusial. Firman menegaskan bahwa 100 persen pemandu lokal sudah menguasai bahasa Inggris. Bahkan, beberapa di antaranya juga fasih berbahasa Prancis, Jerman, Rusia, dan Arab, memastikan komunikasi lancar dengan wisatawan mancanegara.
Advertisement
Advertisement
UMKM Gili Mas Panen Keuntungan dari Wisatawan Kapal Pesiar
Tidak hanya pemandu wisata, pelaku UMKM di Pelabuhan Gili Mas juga merasakan lonjakan pendapatan yang signifikan. Ketua Koperasi UMKM Kembang Gili Mas, Khaerun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Pelabuhan Indonesia serta pemerintah. Upaya mendatangkan kapal pesiar ini sangat membantu UMKM lokal.
Khaerun mengakui bahwa tanpa kedatangan kapal pesiar, para pelaku UMKM akan menghadapi kesulitan dalam penjualan produk mereka. Sebanyak 19 pelaku UMKM yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Gili Mas mendapatkan “ketiban rezeki” dari para wisatawan. Ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan pariwisata bagi usaha kecil dan menengah.
Pendapatan yang diperoleh para UMKM cukup menjanjikan. Khaerun menyebutkan bahwa ada pelaku UMKM yang berhasil meraup keuntungan hingga Rp2 juta atau Rp3 juta dari penjualan satu helai pakaian atau kain seharga Rp150 ribu. Harapan besar disematkan agar kedatangan kapal pesiar dapat terus diperbanyak, demi memutar roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Sambutan Meriah dan Harapan Berkelanjutan untuk Pariwisata NTB
Kapal pesiar Ovation Of The Seas, yang membawa ribuan penumpang, tiba di Pelabuhan Gili Mas pada pukul 07.00 Wita dan berlabuh hingga pukul 23.00 Wita. Wisatawan mancanegara yang berasal dari berbagai negara ini menikmati pengalaman berbelanja dan menjelajahi keindahan Lombok Barat. Ini menunjukkan daya tarik pariwisata NTB yang mendunia.
Penyambutan kedatangan kapal pesiar mewah ini dilakukan secara meriah dengan iringan musik tradisional Suku Sasak, Gendang Beleq. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turut hadir menyambut. Beliau didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, dan General Manager Gili Mas, Kunto Wibisono, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap sektor pariwisata.
Keberhasilan kedatangan kapal pesiar ini menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata bahari NTB. Para pelaku wisata dan pemerintah daerah berharap agar frekuensi kunjungan kapal pesiar dapat ditingkatkan. Dengan demikian, dampak ekonomi positif dapat terus tumbuh dan semakin menggeliat, menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews