Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keberadaan pabrik semen dorong ekonomi rakyat Rembang

Keberadaan pabrik semen dorong ekonomi rakyat Rembang bongkar muat semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Warga asli Rembang, Jawa tengah mendukung keputusan pemerintah yang telah menerbitkan kembali izin lingkungan terkait pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia Tbk. Sebab, pembangunan pabrik semen ini membuat ekonomi rakyat semakin menggeliat.

"Apakah salah bila kami mendukung aset negara? Terlebih kehadiran aset negara ini jelas-jelas demi kesejahteraan warga Rembang. Itu sudah terbukti. Karena itu kami mendukung penuh langkah pemerintah untuk mempertahankan aset negara dari gempuran kepentingan asing," ujar warga Rembang, Dwi Joko dalam keterangannya, Rabu (15/3).

Menurut Dwi, Kota Rembang selama ini telah lama dikenal sebagai salah satu kota termiskin di wilayah Jawa Tengah. Dengan hadirnya pabrik semen ini menjadi secercah harapan untuk dapat memperbaiki kondisi perekonomiannya.

"Sudah banyak warga yang merasakan. Ada 6.000 warga yang diterima jadi karyawan. Belum lagi yang buka warung di sekitar pabrik. Buka bisnis macem-macem. Ini semua mana bisa jalan tanpa adanya aktifitas pabrik," katanya.

Untuk itu, Dwi Joko merasa aneh bila tiba-tiba ada segelintir orang yang mengaku sebagai warga Rembang dan menolak keberadaan pabrik yang jelas-jelas telah memberikan dampak nyata yang positif terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Adapun, bila memang penolakan tersebut benar-benar tulus, Dwi Joko mempertanyakan mengapa hal tersebut tidak dilakukan sejak lama mengingat praktik penambangan ilegal sudah ada di Rembang sejak puluhan tahun lalu.

"Faktanya aktifitas penambangan itu sudah ada sejak lama di tempat kami. Sudah sejak tahun 1994. Kenapa baru sekarang protesnya? Yang dulu-dulu malah menambangnya ilegal. Karena ilegal, aktifitas tambangnya seenaknya," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP