Jual Sayur Online Kebanjiran Pesanan Hingga Tambah Karyawan

Jumat, 10 April 2020 20:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Jual Sayur Online Kebanjiran Pesanan Hingga Tambah Karyawan Pasar tradisional. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Salah satu aplikasi yang menjual aneka bahan pangan secara online, Sayurbox menambah jumlah tenaga kerja mereka untuk memastikan kelancaran distribusi. Ini dilakukan mengingat pesanan dari konsumen yang melonjak, terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

Meski tidak menyebutkan secara rinci jumlah pekerja yang ditambah, Head of Communications Sayurbox, Oshin Hernis mengatakan, penambahan tenaga kerja ini juga untuk mendukung kebijakan pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masyarakat yang saat ini masih menerapkan work from home (WFH).

"Kami juga bekerja sama dengan partner-partner logistik untuk mendistribusikan permintaan masyarakat yang melonjak saat ini," kata Oshin dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (10/4).

Selama pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, perusahaan startup yang didirikan sejak 2016 itu mengalami peningkatan penjualan hingga lima kali lipat.

Produk-produk yang mengalami peningkatan permintaan secara signifikan, yakni aneka produk kesehatan yang di dalam aplikasi tersebut bernama ijo-ijo. Dalam katalog ijo-ijo, perusahaan menjual berbagai produk, seperti jamu, salad, dan minuman kesehatan lainnya, seperti infused water.

"Selain terdapat jus dan salad, kami juga menyediakan produk jenis lainnya, seperti catering yang telah dikemas dan bisa langsung dikonsumsi oleh customer kami," kata Oshin.

Dalam memastikan barang yang dipesan tetap higienis, Sayurbox memiliki gudang sesuai standar kesehatan dan memastikan produk yang diterima dari petani lokal hanya tersimpan dalam hitungan jam kemudian dikemas untuk menjaga kualitasnya.

Sejak didirikan pada 2016, Sayurbox hanya bermitra dengan lima petani. Namun dengan banyaknya permintaan, startup tersebut kini memiliki lebih dari 20 petani untuk terus memasok aneka sayur dan buah. "Saat ini kami memiliki lebih dari 20 petani dan harus bekerja lebih keras untuk dapat menjangkau lebih petani-petani di pelosok Indonesia," kata Oshin.

1 dari 1 halaman

Omzet Naik 35 Persen

35 persen rev1

Perusahaan rintisan (startup) serupa lainnya, Sayuranch mengaku mengalami peningkatan omzet sekitar 30-35 persen selama penerapan bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama pandemi Covid-19.

"Jumlah pesanan meningkat saat WFH, sekitar 30-35 persen dibandingkan sebelum WFH. Peningkatan berasal dari pelanggan tetap Sayuranch, mereka stok banyak sayuran untuk WFH," ujar Operational Manager Sayuranch Lucy.

Dia mengemukakan, sayuran hasil penanaman hidroponik mengalami permintaan yang cukup tinggi. Sebab, sayuran hidroponik seperti seledri batang, pakchoy, kailan, dan kale
dinilai konsumen lebih bersih

Dia mengatakan persediaan produk sayuran hingga saat ini relatif masih cukup. Pihaknya selalu mendapatkan pasokan setiap minggunya dari sejumlah mitra petani. "Sejauh ini stok masih cukup. Namun sampai berapa lamanya, kami memang bergantung kepada mitra petani kami yang tersebar di daerah-daerah," katanya.

Terkait harga, Lucy mengaku, produk yang dijual sedikit lebih mahal dibandingkan pasar tradisional. Namun, dia menjamin kesegaran dan daya simpan sayuran yang lebih baik.

"Produk yang kami jual adalah produk hidroponik dan masih fresh yang panen setiap hari. Walaupun lebih mahal, dapat dijamin kesegarannya. Untuk daya simpan juga lebih lama, satu minggu sayur masih segar. karena kami menerapkan standar kepada semua mitra kami untuk tidak melepas media tanam hidroponik tersebut (rockwool)," paparnya.

Lucy mengatakan salah satu tantangan menjual sayur hidroponik yakni sulitnya memberikan edukasi ke konsumen bahwa sayuran hidroponik itu lebih segar, dapat bertahan lebih lama, dan aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga harus memastikan sayur yang dikirim dari mitra petani tetap segar. "Kendala biasanya terjadi hanya saat pengiriman dari mitra petani ke pelanggan," katanya. [idr]

Baca juga:
Bisnis Olahraga Virtual, Tetap Bugar Meski Ada Corona
Bisnis Ini Tetap Bisa Dilakukan Meski Ada Virus Corona
Banting Setir Produksi Masker Kain, Penjahit Ini Banjir Pesanan
Cara Warung Upnormal Bertahan Hadapi Persaingan Bisnis Kuliner
Ada Orang Indonesia Jualan Sate & Bakwan Jagung di Amerika, Ini Potretnya
Sukses Jualan Panci, Pria Asal Cepu Ini Lunasi Utang Rp1,4 Miliar dalam 6 Bulan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini